LENSAINDONESIA.COM: Upaya pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dilakukan oleh banyak kalangan. Seperti Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya yang menggelar pemeriksaan rapid test untuk para pegawainya.

Direktur Poltekbang Surabaya Achmad Setiyo Prabowo mengatakan perlunya screening awal COVID-19 dengan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan para pegawainya, sebelum aktif memulai the new normal life.

“Ini salah satu tindak lanjut upaya Poltekbang untuk pencegahan pandemi COVID-19 di lingkungan Poltekbang Surabaya. Kami melakukan rapid test dua kali, hari ini yang pertama. Di setiap rapid test kami bagi menjadi tiga gelombang untuk tetap menjaga social distancing,” katanya ditemui LICOM di Poltekbang Surabaya, Jalan Jemur Andayani I No. 73 Surabaya, Jumat (29/05/2020).

Apalagi menyambut the new normal life, Poltekbang Surabaya mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga protokol kesehatan COVID-19.

Setiyo menjelaskan penggunaan screening awal pihaknya hanya menyediakan rapid test, sebab jika hasil rapid test ada yang reaktif maka akan dilakukan swab.

“Menyongsong new normal life, upaya kami screening awal seluruh pegawai memastikan sehat. Semoga hasilnya, tidak ada pegawai kami yang reaktif atau positif setelah rapid test. Namun jika ada, baru akan kami lakukan swab. Kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya, juga meminta ada pendampingan dari Puskemaas Siwalankerto,” papar Setiyo.

Tak hanya para pegawai, rapid test juga akan diberikan kepada para taruna taruni Poltekbang Surabaya. Sebagian para taruna taruni dijadwalkan masuk kembali ke asrama para 15 Juni 2020 mendatang.

“Secara bertahap kita juga akan memanggil kembali para taruna yang selama dua bulan terakhir ini melakukan PJJ (pendidikan jarak jauh). Pada 15 Juni nanti akan mulai kami datangkan secara bertahap hingga Juli 2020. Dari total 944 taruna, kami akan datangkan 500 taruna dulu karena ini berkaitan dengan kegiatan belajar praktikum, laboratorium dan simulator,” tambah dia.

Terkait alat rapid test yang digunakan oleh Poltekbang Surabaya, alatnya bukan buatan Cina, tapi asal Belanda. Kepala Unit Poliklinik Poltekbang Surabaya dr Edo menyatakan hasil rapid test asal Belanda ini lebih akurat hasilnya.

“Alat rapid test yang kita gunakan ini dari Eropa, Belanda. Pengambilan sampel darah
bukan lewat jari, tapi dari pembuluh vena di lengan. Sampel darah dibawa ke laboratorium dan hasilnya sekitar 2-3 hari. Saya sudah konsultasikan ke teman-teman dokter dan mereka lebih menyarankan yang alat ini karena memang perbedaan alat dan reagen ternyata mempengaruhi kevaliditasannya,” tandas dr Edo.

Pelaksanaan rapid test di Poltekbang Surabaya menggunakan jasa pihak ketiga, yakni Kimia Farma Diagnostika dengan didukung tenaga medis sebanyak 13 orang.

Para pegawai yang mengikuti rapid test tak perlu turun dari kendaraannya. Mereka diminta tetap berada di kendaraannya dengan mengikuti sejumlah step. Dimulai dengan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo gun, menunjukkan identitas diri, kemudian diambil sampel darahnya di atas masing-masing kendaraan para pegawai.@sarifa