LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah perwakilan mahasiswa warga Kota Bekasi berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim merespon permohonan pemuda dan mahasiswa Kota Bekasi, untuk memberikan kebijakan meringankan biaya perkulihan di Kota Bekasi akibat dampak pandemi Covid-19.

Aspirasi itu sempat disampaikan kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Mereka menginginkan Walikota Bekasi dapat membantu memfasilitasi agar Pemerintah Pusat bisa segera merumuskan kebijakan terkait keringanan pembayaran biaya pendidikan itu.

Para mahasiswa juga mengapresiasi sikap Wali Kota saat menerima audiensi mereka Kamis lalu (28/5/2020), atas nama Pemerintah Kota Bekasi merespon kesulitan para mahasiswa warga Kota Bekasi akibat dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Audiensi itu merupakan kali kedua setelah pemuda dan mahasiswa Kota Bekasi melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bekasi di Stadion Chandrabaga, Kota Bekasi, pada 14 Mei 2020. Ketika itu, mereka menyampaikan keinginan Pemkot memberikan rekomendasi meneruskan aspirasi mereka.

Rahmat Effendi mengaku kepada awak media, pihaknya sudah merespon keluhan pemuda dan mahasiswa Kota Bekasi.

“Pemkot diminta menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah pusat. Diantaranya, agar ada keringanan membayar biaya perkuliahan untuk pemuda dan mahasiswa di Kota Bekasi,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Rahmat Effendi juga menegaskan, pihaknya sudah menindaklanjutkan dengan mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim pada tanggal 16 Mei 2020.

Nomor surat 420/3187/Disdik perihal penyampaian aspirasi pemuda dan mahasiswa atas dampak Covid-19 terhadap kemampuan membayar biaya pendidikan.

“Permohonan didasari hasil audiensi pemuda dan mahasiswa dengan Pemerintah Kota Bekasi pada 14 Mei 2020 di stadion Patriot Chandrabaga Kota Bekasi, Gate 4,” ucap Rahmat Effendi.

Dalam surat tersebut terdapat dua poin permohonan yang menjadi keluhan pemuda dan mahasiswa warga Kota Bekasi.

Pertama, permohonan kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk merumuskan kebijakan dalam pembebasan biaya pendidikan selama satu tahun atau dua semester, akibat dari dampak Covid-19 melalui mekanisme subsidi kepada sekolah atau perguruan tinggi swasta. Sehingga, dapat meringankan beban pembiayaan pendidikan yang ditanggung oleh masyarakat.

Kedua, permohonan kepada bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuka komunikasi dengan pemangku kebijakan pendidikan di daerah dan pemangku kepentingan kelembagaan. Pendidikan (yayasan pendidikan) dalam rangka meringankan beban pembiayaan pendidikan yang di tanggung masyarakat.

Atas desakan pemuda dan mahasiswa warganya itu, Rahmat Effendi juga menunggu respon Mendikbud.

“Semoga menjadi pertimbangan Bapak Menteri melihat kondisi ekonomi masyarakat menurun ditengah pendemi Covid-19,” kata Rahmat Effendi. @sofie