LENSAINDONESIA.COM: Badan Intelijen Negara (BIN) membantu Pemerintah Kota Surabaya melakukan rapid test COVID-19. Hasilnya, dalam dua hari ditemukan ratusan orang reaktif dan positif Corona.

Rapid test yang diselenggarakan di Jl Gresikan Surabaya, sebanyak 127 orang dinyatakan reaktif COVID–19. Mereka kemudian akan dilakukan karantina di Hotel Asrama Haji, Sukolilo.

Sementara rapid test di Siola, sebanyak 240 orang dinyatakan reaktif dan 8 diantaranya positif COVID-19.

Sekretaris Utama (Sesma) Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengatakan, pihaknya melakukan Rapid test di Surabaya, karena penyebaran COVID-19 sangat besar. Bahkan, dari 4.414 pasien positif COVID-19 di Jawa Timur, 50% diantaranya merupakan warga Surabaya.

“Surabaya menjadi sasaran kami selain DKI Jakarta dalam melakukan rapid test, karena di sini merupakan kota terbesar kedua yang terkena COVID-19. Sehingga kami melakukan kerja sama dengan Pemkot (Surabaya) untuk memutus rantai penyebaran,” terang Bambang, Sabtu (30/05/2020).

Bambang menyampaikan, Surabaya merupakan zona merah COVID-19 tertinggi di Jatim. Karena itu, dalam kerjasama ini pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas peralatan yang dimiliki BIN untuk melakukan mendeteksi pemeriksaan secara akurat dan cepat sehingga bisa ambil langkah-langkah tindakan.

“Langkah-langkah tersebut tentunya harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia maupun bagaimana operasionalnya. Di sini, kemampuan melakukan pelacakan itu menjadi sangat penting untuk dapat kita memecahkan zona-zona merah dan bagaimana melakukan upaya pemutusan mata rantai secara cepat,” pungkasnya.

Sementara Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku sangat berterima kasuh kepada BIN yang yang telah memberi bantuan rapit test untuk memutus rantai penularan COVID-19.

“Kami sangat berterima kasih kepada BIN yang telah membantu melakukan Rapid test, sehinga kita dapat melakukan langkah langkah penanggulangan pencegahan;” terang Risma.

Masyarakat yang reaktif, menurut Risma langsung dilakukan isolasi agar tidak menularkan virus mematikan tersebut ke warga lainnya.

“Mereka yang reaktif, akan kami isolasi dan melakukan langkah Swab, dari hasil tersebut bila terdapat yang positif, akan kami lakukan tindakan lebih lanjut,” ujarnya.@rofik