LENSAINDONESIA.COM: Badan Intelijen Negara akan memperpanjang pelaksanaan rapid test massal COVID-19 di Surabaya hingga lima hari kedepan.

Perpanjangan rapid test yang sedianya hanya berlangsung dua hari ini dilakukan karena ditemukan ratusan orang reaktif Corona.

“Faktanya, dalam rapid test selama dua hari ini, ditemukan ratusan Masyarakat yang reaktif COVID-19, oleh karena itu kami akan memperpanjangnya,” kata
Sekretaris Utama (Sesma) BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo di Surabaya, Sabtu (30/05/2020).

Selain memperpanjang Rapid test, BIN juga akan menambah satu unit mobil Polymerase Chain Reaktion (PCR) yang langsung di datangkan dari Jakarta, untuk melakukan test swab di Surabaya.

“Saat ini, mobil PCR yang dikerahkan untuk pemeriksaan Rapid test satu unit, karena ditemukan banyak masyarakat yang reaktif, oleh karena itu besok kami akan mendatangkan satu unit lagi,” tambah Bambang.

Bambang juga menyampaikan, bahwa Surabaya merupakan zona merah dengan penularan Corona tertinggi. Kata dia, dari 4.414 pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di Jatim, 50% diantaranya adalah warga Surabaya.

Melihat fenomena yang mencengangkan itu, Bambang meminta semua (pemerintah) pihak dan masyarakat agar bekerja sama dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing.

“Kami harap agar semua pihak dapat bekerja sama melakukan pemutusan rantai penyebaran (COVID-19), juga kepada Masyarakat membantu pemerintah melakukan protokoler kesehatan, dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil rapid tes massal yang digelar selama hari di Surabaya mulai 29-30 Mei 2020, ditemukan ratusan orang reaktif dan positif Corona.

Pada rapid test di Jl Gresikan Surabaya, sebanyak 127 orang dinyatakan reaktif COVID–19. Mereka kemudian akan dilakukan karantina di Hotel Asrama Haji, Sukolilo.

Sementara rapid test di Siola, sebanyak 240 orang dinyatakan reaktif dan 8 diantaranya positif COVID-19.@rofik