LENSAINDONESIA.COM: Seiring dengan new normal life, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersiap untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dengan berpedoman protokol kesehatan.

Persiapan ini dilakukan di antaranya dengan merancang draft Peraturan Bupati terkait penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan, usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang direncanakan selesai pada 4 Juni 2020 mendatang, Pemda merencanakan akan mulai melakukan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru.

“Sebagaimana hasil rapat dengan Gubernur Jawa Barat, kami pun telah sepakat bersama sama Forkopimda untuk mempersiapkan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru di wilayah Kabupaten Bekasi,” ujar Eka kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Lanjut Eka, bahwa pemberlakukan PSBB akan dilakukan parsial bukan berdasarkan wilayah, dimana nanti akan dibagi ke dalam beberapa sektor di antaranya sektor industri, sektor pemukiman, dan sektor pariwisata.

“Ini kan nanti akan diatur ke beberapa sektor ya, jadi AKB-nya juga kita lakukan secara bertahap misalnya sektor industri terlebih dulu,” terang Eka.

“Lalu kedepannya lagi sektor pemukiman dan sebagainya, tidak hanya itu mungkin nanti juga akan dibentuk tim gugus tugas,” sambungnya menjelaskan.

Ketika PSBB dinyatakan selesai pada 4 Juni 2020 mendatang, kata Eka, selanjutnya akan mulai disosialisasikan penerapan AKB. Tak hanya itu, pemerintah akan memastikan kedepannya apakah AKB ini dapat berjalan dengan baik.

Lanjut Eka, hal itu dilakukan secara sistematis, terkoordiansi dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik, termasuk juga memperbesar kapasitas sektor kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19.

“Harapan kami semua sektor bisa kembali berjalan normal,” terangnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menjelaskan, AKB ini merupakan tahapan baru setelah kebijakan PSBB diberlakukan guna mencegah penyebaran masif Covid-19.

“AKB ini ya utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas diluar rumah dapat bekerja tentunya dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan dan tidak asal berkerumun seperti sebelumnya,” ujar Alamsyah.

Dia juga mengingatkan, bahwa ketika AKB dilakukan, masyarakat harus sadar penuh bahwa wabah Covid-19 masih ada di sekitar. Disisi lain aktivitas ekonomi maupun publik diperbolehkan atau akan berjalan namun dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Alamsyah berharap penerapan AKB nantinya diharapkan dapat menjadikan masyarakat menjadi pribadi, atau kelompok yang lebih disiplin, dan taat pada tatanan hidup sehat. Sehingga, masyarakat memperhatikan langsung kesehatanya sendiri.@licom