LENSAINDONESIA.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memasuki era new normal life tengah mempersiapkan pedoman bagi penumpang dan pegawai KAI dalam perjalanan kereta api, baik kereta api jarak jauh maupun reguler.

Pedoman tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Sementara, untuk pengoperasian kereta api jarak jauh reguler masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menyampaikan, bahwa penumpang nantinya akan diwajibkan mengenakan masker dan face shield. Khusus untuk face shield, akan disediakan oleh PT KAI dan dibagikan kepada masing-masing penumpang.

“Selain menggunakan masker, penumpang juga diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI. Face Shield tersebut wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan,” ujar Joni dalam keterangannya, Senin (1/6/2020).

Bagi petugas frontliner, yakni petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta juga dilengkapi alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, dan face shield.

Dijelaskan Joni, Bagi penumpang sebelum masuk area stasiun, nantinya mereka akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu, hanya penumpang dengan suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius yang diperbolehkan memasuko area stasiun.

Pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan setiap tiga jam sekali di atas kereta. Penumpang dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius atau mengalami gejala Covid-19 akan dipindah ke ruang isolasi di dalam kereta.

“Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan,” pungkas Joni.@licom