LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun membantu
percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Jawa Timur.

Jatim menjadi perhatian pemerintah pusat karena persebaran COVID-19 di daerah ini sangat tinggi. Karena itu, pemrintah pusat
melalui Kemenkes dan BNPB menyerahkan bantuan alat kesehatan dan peralaran medis penanganan Corona lainya.

Bantuan berupa 10 unit alat ventilator dari Kemenkes diserahkankan langsung oleh Menteri Terawan Agus Putranto kepada
Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan bantuan dari BNPB di serahkan oleh Kepala BNPB Doni Monardo berupa alat PCR
(Polymerase Chain Reaction) 30 ribu buah, VTM (Virus Transport Media) 50 ribu buah, RNA (Ribonucleic Acid) 31 ribu buah, dan
APD (alat pelindung diri) 10 ribu buah.

“Bantuan yang diberikan untuk Jawa Timur akan terus dilakukan untuk percepatan penanganan COVID-19. Bantuan ini dalam rangka
pelaksanakan tugas langsung dari Bapak Presiden Jokowi,” kata Doni Monardo saat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa
(02/06/2020).

Terlebih, kata dia, akhir-akhir ini memang ada peningkatan jumlah pasien positif di Jatim dan penyebaran di Surabaya Raya
juga masih cukup tinggi. “Jumlah pasien yang meningkat ini bukan membuat masyarakat khawatir. Testing secara masif ini bentuk
keberhasilan untuk mengurangi dan memutus mata rantai,” jelasnya.

Jenderal TNI bintang tiga itu menjelaskan, saat ini warga positif COVID-19 di Jatim termasuk dari kategori Orang Dalam
Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa terjaring.

“Tes secara masif yang dilakukan Pemprov Jatim ini kemudian diberikan dorongan dan dukungan terus oleh pemerintah pusat,”
ujarnya.

Sementara itu,
Menkes Terawan berharap kasus COVID-19 di Jawa Timur bisa segera teratasi.

“Semoga situasinya semakin baik dan angka kematian bisa segera menurun. Perlengkapan tracing dan PCR kita datangkan untuk cek
kontrol kasus sedini mungkin dan penyebaran bisa dilokalisir,” kata Terawan.

Sebagai upaya bantuan dari pusat, purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu memastikan akan fokus membantu penanaganan
COVID-19 di Jatim.

“Untuk menindaklanjuti, saya dengan Pak Gugus Tugas (Doni Monardo) akan sering ke sini mengerjakan kasus COVID-19 dengan
baik,” tuturnya.

Gubernur Khofifah mengaku senang atas atensi dan bantuan Menkes dan Kepala BNPB yang hadir langsung di Grahadi. “Saya memang
berpikir ada saatnya, kami di Jawa Timur ini mendapatkan support (dukungan) dari bapak- bapak ini untuk memberikan energi
positif untuk kami di Jawa Timur,” katanya.

Hingga kemarin, Senin (01/06/2020) data pasien COVID-19 di Jatim tercatat sebanyak 4.920 orang. Pasien positif yang sembuh
699 orang, masih dirawat 3.775 orang, dan meninggal 418 orang. Pasien positif yang dirawat di RS sebanyak 1.828 orang, di
rumah 1.619 orang, dan di gedung 328 orang.

Kasus positif tertinggi di Jatim terdapat di Surabaya sebanyak 2.633 orang. Kasus di Surabaya itu jika dipersentasekan yakni
53,5 persen dari total seluruh kasus positif di Jatim.

Lalu tercatat pula di Sidoarjo 664 orang dan Gresik 178 orang.

Sementara jumlah PDP sebanyak 6.687 orang. Sebanyak 3.202 orang
masih dalam pengawasan, 2.848 orang selesai diawasi dan meninggal 637 orang. PDP yang di rumah 1.035 orang, di gedung 21
orang,  dan di rumah sakit ada 2.145 orang.

Sedangkan ODP sebanyak 24.737 orang dengan rincian dipantau 4.058 orang, selesai dipantau 20.576 dan meninggal 103 orang. ODP
di rumah 3.747 orang di gedung 35 orang, dan di rumah sakit 276 orang.@sarifa