LENSAINDONESIA.COM: Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Surabaya ditangkap polisi terkait kasus narkotika jenis sabu.

Pria 42 tahun berinisial PMM yang bertugas di pos check point COVID-19 Bundaran Waru itu diringkus petugas Unit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya pada Selasa 27 Mei 2020 di di Hotel Oyo Jl Manyar Kertoadi Surabaya.

Kepada petugas, ASN yang tercatat berdinas di Kecamatan Tenggilis Mejoyo ini mengaku sudah dua bulan mengkonsumsi sabu karena stres setelah orang tuanya menikah lagi. “Saya stres, orang tua saya kawin lagi,” ujarnya di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (03/06/2020).

PMM mengatakan baru, dirinya mengenal sabu setelah bertemu dengan teman sekolahnya saat acara reuni. “Pertama dikasih tahu teman saat reuni, kalau menggunakan sabu bisa menghilangkan stres,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menyatakan bahwa, tersangka mengkonsumsi sabu sejak 1 tahun terakhir, dan sudah mulai ketergantungan.

“Tersangka, yang seharusnya bertugas memantau pos check point di Buderan Waru, bolos untuk mengkonsumsi sabu di salah satu hotel,” terang Memo.

Memo menerangkan, tersangka diamankan saat berada di parkiran dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti pipet (perangkat alat hisap sabu) di saku celananya.

Dari temuan itu, kemudian petugas melakukan penggeledahan di salah satu kamar yang ditempati PMM. “Di sana kami temukan barang bukti sabu seberat 0,34 gram,” tambahnya.

Petugas yang sudah mengantongi identitas penyuplai sabu kepada tersangka, masih diburu dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang. “Kami sudah kantongi Identitas dan saat ini berstatus DPO (daftar pencarian orang,” pungkas Memo.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 UU RI No: 35 tahum 2009 tentang narkotika dan diancam pidana maksimal 4 tahun penjara.@LICOM