LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para survivor atau pasien yang sembuh dari COVID-19 di Jatim untuk bergotong royong melakukan gerakan aksi sosial donor plasma.

Khofifah mengatakan, donor plasma bisa membantu kesembuhan kepada pasien positif COVID-19 lainya, sehingga bisa menurunkan angka kematian akibat Corona.

Saat ini sudah ada sebanyak 1.091 pasien COVID-19 Jawa Timur yang sembuh. Berturut-turut dalam dua hari ini, pada Selasa 2 Juni dan Rabu 3 Juni pertambahan angka kesembuhan pasienCOVID-19 Jatim mencapai angka tertinggi, masing-masing 100 orang dan 292 orang yang sembuh.

“Saya mengajak warga Jawa Timur survivor COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah dua kali hasil swab dinyatakan negatif, untuk bersama-sama melakukan aksi donor plasma,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (03/06/2020).

Donor plasma darah dari pasien sembuh tersebut akan digunakan sebagai terapi plasma atau convalescent plasma theraphy pada pasien COVID-19 dengan kondisi berat dan sangat berat.

Sebagaimana diketahui saat ini vaksin untuk COVID-19 belum ditemukan.
Namun metode convalescent plasma theraphy ini terbukti di Indonesia, Amerika, Cina, Inggris maupun Korea efektif membuat pasien COVID-19 sembuh total.

FDA dan WHO juga telah memberikan izin untuk penggunaan plasma convalescent pada pasien COVID-19 berat pada tanggal 29 Mei 2020 lalu.

Ini karena dalam plasma darah pasien yang telah sembuh dari COVID-19 telah terbentuk antibodi yang mampu untuk melawan virus COVID-19.

Jika diberikan pada pasien yang tengah berjuang untuk melawan virus SARS-CoV-2, maka antibodi ini akan menjadi bala tentara untuk membunuh virus Corona yang ada di dalam tubuh pasien tersebut.

“Darah dari para survivor, pasien COVID-19 yang telah sembuh bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Karena di dalamnya ada kekebalan yang bisa membunuh COVID-19. Maka warga Jatim, sebelum vaksin ditemukan, mari bahu-membahu untuk saling membantu, dengan cara mendonorkan plasma darah anda,” ajak Khofifah.

Aksi sosial donor plasma tersebut akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim. Disebutkan, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi para pendonor plasma darah, yaitu usia pendonor harus di antara 17-60 tahun.

Kemudian, pendonor juga harus sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan menunjukkan 2 dokumen hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan pendonor negatif COVID-19.

Jawa Timur sendiri baru saja mendapatkan bantuan 21 pack plasma darah untuk convalescent plasma theraphy dari Kementerian Kesehatan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto bersama Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat Letjen TNI Doni Monardo.

Akan tetapi dengan jumlah itu hanya cukup untuk membantu  sekitar 6 orang pasien COVID-19 dengan gejala berat dan sangat berat.

“Rumah sakit kita baik di RSUD Soetomo maupun RS Saiful Anwar di Jatim sudah memiliki teknologi yang mumpuni untuk terapi plasma convalescent,” tandas gubernur.@sarifa