LENSAINDONESIA.COM: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akhirnya memutuskan kembali untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. PSBB di Ibu Kota ini diperpanjang sampai akhir Juni 2020.

“Kami di gugus tugas memutuskan, menetapkan status PSBB di DKI diperpanjang,” ujar Anies dalam siaran langsung online di Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

“Dan, menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi,” sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan, saat ini DKI Jakarta statusnya masih PSBB. Namun, lanjut Anies, bulan Juni merupakan masa transisi.

Demikian diputuskan karena sebagian besar wilayah sudah hijau dan kuning, tetapi masih ada zona merah.

“Karena ada wilayah hijau kuning, tetapi ada wilayah merah,” ujar Anies.

Selain itu Anies memaparkan, bahwa saat ini data jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 7.539 pasien per Kamis siang ini.

Total dari jumlah tersebut, ada sebanyak 2.530 orang dinyatakan sembuh. Sementara, ada sebanyak 529 orang telah meninggal dunia, 1.699 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan orang melakukan isolasi mandiri di rumah sebanyak 2.781, serta orang tanpa gejala (OTG) hingga kini sebanyak 18.832 orang.

Anies melanjutkan, bahwa kasus Covid-19 pertama kali terdeteksi di Jakarta pada 3 Maret 2020 hingga perkembangan kasus sampai saat ini terus terpantau.

Diketahui, Pada 10 April, Pemprov DKI Jakarta kemudian memutuskan melaksanakan PSBB. Namun, sebelum diputuskan PSBB, Pemprov DKI sudah lebih dulu mengimbau perusahaan untuk menerapkan work from home hingga belajar di rumah para pengajar dan pelajar.

Semenjak PSBB diterapkan pada 10 April, sudah dua kali Anies melakukan perpanjangan PSBB, dimana PSBB terakhir direncanakan berakhir hari ini, pada 4 Juni. Melihat perkembangan penyebaran Covid-19 di DKI, Anies pun akhrinya memutuskan memperpanjang PSBB. Keputusan perpanjangan PSBB ini menjadikan bulan Juni sebagai masa transisi menuju new normal di Jakarta.@licom