LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mewaspadai kasus COVID-19 yang ditukarkan oleh orang tanpa gejala (OTG). Pasalnya, jumlah kasus OTG di Jatim per hari ini, Kamis (04/06/2020) ada sebanyak 19.366 orang.

“Yang harus kita waspadai juga potensi OTG yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebesar 35 persen. Untuk memutus mata rantai penularan dari OTG, kami membentuk Tim COVID-19 Hunter yang akan berkeliling ke seluruh wilayah Jatim untuk melakukan tes massal meliputi rapid test juga swab,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Tes massal ini bertujuan untuk memperbanyak deteksi kasus COVID-19 dari OTG dan PDP. Tes dilakukan mulai dari rapid test, jika hasilnya reaktif langsung dilakukan swab melalui drive thru dan hasilnya cepat diketahui.

“Mulai besok (Jumat), Pemprov Jatim menerjunkan Tim COVID-19 Hunter berkeliling beberapa daerah menggelar tes massal untuk rapid test dan swab,” katanya.

Tes massal itu akan dilakukan Tim COVID-19 Hunter untuk mendeteksi sebanyak-banyaknya warga masyarakat yang terindikasi positif COVID-19 tanpa gejala.

“Tim ini akan mulai berjalan besok di lima daerah yaitu di Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik dan juga Bangkalan. Yang kemudian juga akan dilanjutkan di Nganjuk, Lamongan Madiun, Jember dan Probolinggo,” imbuh Khofifah.

Daerah yang dipilih tersebut karena disana jumlah PDP dan OTG nya mencapai lebih dari 50 persen. Dengan bekerja sama dengan kabupaten kota setempat, siapa saja yang akan mengikuti tes massal akan ditentukan oleh kabupaten/kota setempat.@sarifa