LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banceuy Bandung Jawa Barat sekitar pukul 05.00 wib pagi tadi melakukan pemindahan 15 orang napi bandar narkoba ke Lapas Gunung Sindur, Sabtu (13/6/2020).

Dalam proses pemindahan tersebut dilakukan pengawasan ketat oleh puluhan petugas dari lapas Banceuy yang langsung dipimpin oleh Kalapas Banceuy Bandung Tri Saptono Sambudji didampingi KPLP Lapas yang berlangsung kondusif.

“Hari ini lapas Banceuy Bandung Jawa Barat, telah melakukan pemindahan napi sebanyak 15 orang narapidana dari lapas Banceuy ke lapas super maximum security Gunung Sindur,” ujar Kalapas Kelas II A Banceuy Bandung Tri Saptono Sambudji.

“Masing- masing narapidana ini merupakan bandar narkoba yang sebelumnya dikirim dari lapas-lapas disejumlah daerah di Indonesia,”, kata Tri Saptono kepada media.

Dijelaskan Tri Saptono, pemindahan 15 orang narapidana bandar narkoba tersebut karena merupakan bentuk strategi pemerataan keamanan di Lapas Banceuy agar tetap aman dan tidak menbulkan kegaduhan antar warga binaan lainnya. Mengingat, sebelumnya lapas Banceuy Bandung kerap mendapat teror pelemparan benda-benda dari luar yang berisi ganja dan sabu-sabu ke dalam lapas.

“Dari data yang kita ketahui mereka itu merupakan bandar-bandar besar, karenanya kita pindahkan. Dan kerap selama dilapas keberadaan mereka cenderung cukup mengganggu keamanan,” papar Tri Saptono.

Strategi pemindahan narapidana ini dilakukan ke Lapas super Maximum security di Gunung Sindur diharapkan Lapas Banceuy bersih dari peredaran narkoba.

Lebih lanjut Tri Saptono menjelaskan, dari 15 orang narapidana tersebut, masa hukuman mereka bervariasi. “Diantaranya ada yang diatas 8 tahun, ada yang 20 tahun, ada juga yang seumur, dan ada 1 orang WNA asal negara Nigeria,” terang Tri Saptono.

“kita masukan 15 narapidana tersebut dalam satu rombongan dan satu kendaraan. Hal tersebut dilakukan untuk deteksi kita karena itu merupakan strategi keamanan kita,” tandasnya.

Sebelum di pemindahan, lanjut Tri, akan dilakukan proses pengecekan darah terlebih dahulu kepada 15 narapidana tersebut. “Kita lakukan pengecekan covid-19 oleh petugas kesehatan internal dari Lapas. Karena itu merupakan proses atau SOP kesehatan di lembaga pemasyarakatan.

“Setiap orang atau warga binaan atau tahanan yang akan kita pindahkan atau kita menerima wajib dilampirkan dengan tes covid,” terang Tri

“Selain itu, barang-barang para napi pun kita lakukan pemeriksaan dan kita dilaksanakan penggeledahan barang badan pada saat mereka sebelum naik dan setelah naik kendaraan, dan 15 narapidana ini sehat Alhamdulillah sehat semua ya negatif semua”, pungkas Tri Saptono@Caca