LENSAINDONESIA.COM: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mewanti-wanti penyelenggara pemilu memperhatikan risiko yang akan dihadapi saat melaksanakan Pilkada 2020. Pasalnya, Pilkada serentak 9 Desember 2020 tersebut digelar saat pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Menurut Doni, pelaksanaan pilkada ditengah pandemi Corona itu mengundang kecemasan sejumlah pihak.

“Kami melaporkan, COVID-19 masih berlangsung dan kita belum tahu kapan berakhir. Tapi kita pun selalu mempersiapkan diri mengantisipasi program yang tetap harus dilakukan. Termasuk pilkada untuk 270 kabupaten/kota,” ujar Doni di Jakarta, Kamis (11/06/2020).

Doni menyatakan, meski pihaknya telah merekomendasikan pelaksanaan Pilkada serentak, tapi tetap ada syarat yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pemilu. Penyelenggara harus mematuhi protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan yang harus ditaati adalah tidak dibenarkan adanya pertemuan dalam jumlah besar. Kalau toh akan dilakukan pertemuan harus skala terbatas. itu pun harus dipastikan mendapatkan pengawasan yang ketat,” tegas Doni.

Sebab saat ini kondisi risiko daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak sangat bervariasi. Selain itu, perkembangan penyebaran COVID-19 di daerah-daerah tersebut juga fluktuatif.

“Bisa jadi yang merah jelang pelaksanaan menjadi kuning misalnya. juga sebaliknya. yang kuning berubah jadi orange atau merah,” ungkap dia.

Jika menilik data Gugus Tugas Penanganan COVID-19, hingga hari ini terdapat 40 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada daerah masuk dalam daerah berisiko tinggi.

“43 (kabupaten/kota) tidak terdampak, kemudian 72 risiko ringan, 99 risiko sedang, dan 40 berisiko tinggi. Data ini akan berkembang terus setiap minggu,” imbuh Doni.

Doni meminta penyelenggaran Pilkada serentak 2020 benar-benar paham daerah mana yang masuk zona hijau, kuning dan merah COVID-19. Hal tersebut menurut Doni penting untuk menghindai penyebaran virus Corona.

“Mohon kiranya penyelenggara pilkada bisa mengetahui secara detil daerah mana saja yang zona hijau, kuning dan merah,” kata Doni.@LI-13