LENSAINDONESIA.COM: Menggembirakan. Ketujuh anggota keluarga pedagang martabak di Kota Bekasi yang sempat terpapar virus Corona, kini sudah bisa menjalani karantina mandiri di rumah. Ini setelah perkembangan kondisi kesehatan berdasarkan hasil tes swab dinyatakan negatif.

“Sudah negatif semuanya dan sekarang sudah di rumah. Namun, mereka tetap melakukan karantina mandiri untuk meningkatkan imunitas,” ungkap Camat Medan Satria, Lia Erlina ketika dikonfirmasi kondisi terakhir warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria yang sempat terpapar Covid-19, Sabtu (14/6).

Warga yang berada disekitar tempat tinggal keluarga pedagang martabak J pun ikut peduli membantu ketujuh orang yang menempati tiga rumah saling berdekatan. Warga juga tak segan-segan mensubsidi makanan sehari hari untuk ketujuh orang di tiga rumah itu.

“Allhamdullilah tidak ada (kepanikan), malah warga masyarakat sekitarnya lah yang membantu ketika keluarga melaksanakan isolasi mandiri. Mereka mengirimkan makanan untuk keluarga yang isolasi,” ujar Lia.

Petugas Gugus Tugas RT Siaga dan RW Siaga setempat juga menggalakkan warga bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di pemukimannya. Mereka mengatur akses keluar masuk pintu RT atau RW setempat. Warga juga melakukan sosialisasi untuk wajib memakai masker, physical distancing atau jaga jarak, dan berperilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kerumunan.

“Bahkan, RW dan RT berperan aktif dalam memantau pelaksanaan kegiatan sosial keagaamaan dan kemasyarakatan untuk mengikuti
protokol kesehatan penanganan Covid 19,” jelas Camat Lia.

Kasus ini terjadi di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria. Awalnya, Covid-19 sempat menginfeksi tujuh orang yang berstatus satu keluarga yang menghuni di tiga rumah itu.

Pada intinya, kata Lia, penyebaran Covid-19 itu bersifat lokal di dalam kluster keluarga dan tidak terjadi penyebaran lebih luas. Ini merupakan buah dari prilaku kedisiplinan dalam mengikuti protokol penanganan Covid 19. Selain itu, juga dampak dukungan penuh pemerintah, pengurus RT RW dan warga masyarakat. Kesadaran tinggi antar warga saling mendukung, mesupport pelaksanaan isolasi mandiri.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius Walikota Bekasi Rahmat Effendi beserta jajarannya. Menurut Rahmat, kronologi penularan Covid-19 dari rumah ke rumah yang sekarang dihadapi Kota Bekasi, berawal ketika Covid-19 ini menginfeksi J, pedagang martabak yang tertular dari istrinya yang lebih dulu terpapar covid 19.

Pasien pedagang martabak J terpapar Covid-19, setelah istrinya dinyatakan positif Covid-19 pada 30 Maret 2020. Istri J kebetulan mempunyai penyakit bawaan. Kemudian, J terpapar pada awal Juni.

“Jadi istrinya dulu yang kena. Awalnya, ada yang laporan ke tim Puskesmas Pejuang bahwa ada satu warga di Pejuang terindikasi positif (istri J),” ucap Lia.

Istri J yang dinyatakan positif Covid-19 pun dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, petugas kesehatan melakukan tes swab terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi dengan istri J.

J baru dinyatakan positif Covid-19 pada awal Juni, lantaran aktivitasnya sebagai pedagang martabak dan biasa bepergian ke pasar untuk membeli bahan baku dagangannya.

“Saat dinyatakan positif, dia tidak ke mana-mana. Kebetulan usaha jualannya masih libur, sehingga dia langsung diisolasi,” ucap Lia.

Tidak hanya J yang nahas, keluarganya yang tinggal berdekatan itu juga dinyatakan positif saat dilakukan tracing. Ada tujuh dari 11 orang keluarganya yang dites swab dan dinyatakan positif Covid-19. @sofie