LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ‘mengamuk’ saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Polrestabes Surabaya, Kamis (28/06/2020).

Risma marah kepada para tersangka kasus narkoba yang dihadirkan dalam acara tersebut.

Para tersangka yang terkena omelan Risma, hanya bisa tertuntuk sambil jongkok. Tak berhenti di situ Risma menyuruh para tersangka yang kena semprot menatapnya.

Agar seluruh tersangka mendengar apa yang dikatakan Risma, microphone pun di dekatkan dengan mulutnya

“Kamu tinggal di mana? Coba lihat, kamu jangan nunduk,” katanya dengan nada tinggi.

Kemarahan Risma ini dipicu banyaknya pengedar dan bandar yang ditangkap. Jumlahnya mencapai 46 tersangka yang 3 orang diantaranya adalah perempuan.

Ketika marah terhadap para tersangka dia memberikan beberapa pertanyaan yang bertujuan agar para tersangka dapat merenungi apa yang telah mereka perbuat.

Risma ingin mereka sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah salah dan dapat membahayakan banyak orang termasuk orang-orang terdekatnya.

“Kamu bisa bayangin kalau itu bisa kena ibumu apa yang terjadi? Gimana kalo sampai terkena kakak atau adikmu?. Bisa bayangin nggak itu kena anakmu? Heh, bisa banyangin nggak?” teriak Risma pada salah satu tersangka wanita.

“Kalian semua tahu? Aku menyayangi orang Surabaya seperti anakku sendiri! Kalian tahu? Kalian tahu? Sekarang kalian menyakiti seperti ini. Coba banyangkan? Heh, coba bayangkan!,” lanjutnya.

Amarahnya semakin menjadi ketika dia melihat salah seorang bandar mengenakan masker dengan ikon dari supporter Persebaya Bonek Mania. Dengan nada tinggi Risma menyuruh dia melepas masker tersebut yang kemudian diganti dengan masker yang baru.

“Kamu pakai ini, kamu lepas masker ini, malu aku. Kamu lepas, kamu lepas, kamu pakai ini,” kata Risma sembari memberikan masker baru.

Bandar tersebut tak hanya menerima semprotan dari Risma, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Johnny Eddizon Isir juga turut terpancing emosinya melihat hal tersebut.

Dia menegaskan bahwa bandar tersebut telah mempermalukan nama baik bonek mania, selaku pendukung klub terbesar Surabaya yaitu Persebaya. Selain itu dia juga mengingatkan bahwa bonek telah berjanji untuk turut ikut serta dalam memerangi Narkoba. Caranya adalah dengan menjauhi segala bentuk dan jenis narkoba.

Apabila dia tetap memakai masker ikon bonek tersebut artinya dia telah melanggar janjinya sebagai bonek. “Bonek itu ikut lawan narkoba kalo kamu pakai masker itu, itu berarti kamu telah mengingkari janjimu,” kata Johnny Eddizon.@budi