LENSAINDONESIA.COM: Tempat hiburan malam yang menyajikan live musik dan karaoke, Rasa Sayang Phoenix di Jl Kenjeran, ditutup sementara oleh petugas Satpol PP Surabaya. KTP belasan pengunjung juga disita lantaran dianggap sengaja melanggar dengan tidak menggunakan masker.

Petugas gabungan dari Satpol PP Pemprov Jatim, Satpol PP Surabaya, Garnisun dan Polrestabes Surabaya memang sengaja menggelar razia untuk menegakkan Perwali no 28 tahun 2020 tentang protokol kesehatan di sejumlah tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU).

Saat petugas gabungan mendatangi Rasa Sayang Phoenix, ditemukan banyak sekali pelanggaran di tempat hiburan malam tersebut. Bahkan protokol kesehatan, nyaris tak digubris.  Pelanggaran mulai tak adanya tempat cuci tangan, pengunjung tidak menggunakan masker hingga tidak ada penerapan physical distancing.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Pieter Frans Rumaseb, setelah dilakukan pengecekan, ditemukan banyak bukti tidak diterapkan protokol kesehatan dan physical distancing sesuai dengan Perwali nomor 28 tahun 2020.

“Kami cek dari luar sudah terlihat pelanggaran. Di antaranya, untuk cuci tangan tidak ada profil tank, padahal tempat ini pasti dikunjungi orang banyak. Selain itu, untuk cuci tangan hanya disediakan handsanitizer satu botol,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Jumat (19/6/2020).

Pelanggaran lainnya, area kasir tidak menggunakan pembatas plastik transparan yang berfungsi sebagai penyekat dengan pengunjung.

“Karyawan juga tidak mengenakan sarung tangan dan face sheild. Padahal mereka berinteraksi dengan pengunjung sehingga sangat berpotensi terjadi penyebaran virus covid-19,” ungkap Pieter.

Pelanggaran lainnya, didapati tidak ada pengaturan physical distancing antara pengunjung sehingga banyak yang saling berdempetan. “Ada sekitar 7 pengunjung yang tidak menggunakan masker, langsung kami sita KTPnya, sedangkan 4 pengunjung yang tidak mengenakan masker dan tak membawa KTP langsung diamankan ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Mendapati sangat banyak pelanggaran Rasa Sayang Phoenix, tempat hiburan 2 lantai itu langsung ditutup. “Tempat ini kami tutup sampai manajemen patuh aturan protokol kesehatan dan physical distancing. Kami beri waktu 2 hari untuk memperbaikinya,” ungkap Pieter.

Sedangkan sanksi bagi pengunjung yang melanggar, KTP yang disita baru akan dikembalikan 14 hari ke depan. “Dengan syarat tak mengulangi lagi,” pungkasnya.

Selain di Phoenix, petugas gabungan juga menghentikan operasional diskotek Luxor di Jl Pahlawan, karena saat melakukan pengecekan suhu tubuh, ada pengunjung yang mencurigakan. @LI-1