LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia (Persero) memutuskan Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara sebagai Komisaris Utama (Komut).

Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rudiantara saat ini menggantikan mantan Gubernur Jatim, Soekarwo mengundurkan diri dari posisi tersebut.

Dalam RUPST tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) memaparkan bahwa kali ini hanya memberlakukan pergantian posisi Komisaris Utama saja.

“Tak hanya penggantian Komut saja, rapat tersebut menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun,” jelas ketarangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Jumat malam (09/06/2020).

Dari laba bersih tersebut, dialokasikan sebagai Dividen sebesar 10 persen atau setara Rp 239,22 miliar. Sisa sebesar 90 persen atau Rp 2,15 triliun diputuskan untuk cadangan lainnya.

Terkait kinerja SIG tahun 2019, mencatatkan pendapatan sebesar Rp 40,37 triliun. Artinya, mengalami lonjakan 31,5 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 30,69 triliun.

Sementara untuk laba bersih yang dioeroleh, didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,39 triliun dengan laba per saham dasar tercatat sebesar Rp 403,-.

Kinerja penjualan SIG tahun 2019 secara konsolidasi mengusung total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 42,61 juta ton, berikut penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam. Volume penjualan tersebut naik 28,5 persen dibanding periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai 33,17 ton.

Sementara itu, untuk hasil kinerja di kuartal I tahun 2020, merujuk laporan keuangan publikasi Senin (18/5/2020), laba bersih pendapatan perseroan yang melantai dengan kode SMGR yang juga melonjak satu digit, yakni 6 persen menjadi Rp 8,58 triliun hingga periode Maret 2020. Dan di periode yang sama tahun 2019, mencapai Rp 8,13 triliun.

Untuk beban pokok, berkurang menjadi Rp 5,85 triliun dari Rp 5,91 triliun, sementara beban umum dan administrasi membengkak sebear Rp 811,78 miliar dari Rp 581,12 miliar.
Penjualan semen SMGR capai Rp 7,23 triliun.

Jika dipaparkan secara detil, hasil dari penjualan semen SMGR mencapai Rp 7,23 triliun, artinya naik dari sebelumnya Rp 6,79 triliun.

Untuk penjualan terak, juga naik menjadi Rp 623,83 miliar. Namun, di sisi lain penjualan beton jadi dan siap pakai, kantong semen, persewaan lahan, dan pendapatan dari bisnis jasa penambangan mengalami penurunan.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso menjelaskan, naiknya kinerja perseroan pada 1Q20 merupakan hasil dari sinergi dan efisiensi yang konsisten dilakukan sejak tahun 2018.

“SIG akan terus menjaga kinerja profitabilitas dengan berbagai inisiatif cost transformation, serta pengembangan bisnis bahan bangunan yang bernilai tambah,” tandas Hendi.

SMGR merupakan induk dari beberapa perusahaan semen nasional di antaranya PT Semen Gresik, PT Semen Indonesia Aceh, PT Semen Padang, PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Tonasa, dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI yang sebelumnya bernama PT Holcim Indonesia.@Rel-Licom