LENSAINDONESIA.COM: PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng serahkan bantuan peralatan laboratorium untuk pemantau kualitas air pendukung budidaya udang vaname di Desa Lembung Paseser, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.

Bantuan ini bentuk CSR perusahaan guna menjaga beberapa parameter kualitas air, seperti oksigen terlarut, PH, dan kadar garam.

Poleng Legal & Relations Assistant Manager, Rihal Amel Aulia Haqi mengatakan, adanya12 petambak udang vaname berkesempatan memakai peralatan tersebut. Mereka memulai budidaya tambak udang sekitar 2 tahun terakhir, dan manfaat ekonominya bisa menyerap banyak tenaga kerja.

“PT Pertamina EP Poleng secara rutin membantu warga Desa Lembung Paseser sebagai wilayah operasional Perusahaan. Kami terus mencari potensi ekonomi daerah dan menggandeng masyarakat. Program pemberian peralatan laboratorium tambak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya udang, “ tandas Rihal saat dikonfirmasi, Sabtu (20/06/2020).

Dibanding lahan pertanian, menurutnya, potensi Lembung Paseser lebih banyak beralih fungsi menjadi kawasan tambak. Perusahaan juga meyakini program ini mampu membantu mendongkrak penghasilan petambak udang yang ada di Desa Lembung Paseser.

“Selain pemberian alat, kami juga memfasilitasi pendampingan dan sosialisasi edukasi pemantauan kualitas air,” tandasnya.

Adanya pengelolaan kualitas air yang baik agar kualitas air sesuai baku mutu dan bisa meningkatkan poriduktivitas tambak.

“Meski udang vaname jenis udang yang mudah dibudidayakan di Indonesia, namun masih banyak petambak yang belum memahami budidaya dengan pengelolaan kualitas air sehingga kami berinisiatif untuk memberikan bantuan ini,” imbuh Rihal.

Menariknya budidaya tambak udang ini berada di kawasan konservasi pesisir yang dikembangkan oleh PT Pertamina EP Poleng Field sejak 2017. Selama ini kegiatan difokuskan pada rehabilitasi mangrove, penelitian, dan edukasi pengelolaan pesisir.

“Tantangan tersulit pada konservasi adalah menanamkan kesadaran pada masyarakat, bukan menanam pohon, untuk itu kami juga membantu perancangan peraturan desa tentang pengelolaan kawasan pesisir dan laut desa lembung paseser,” paparnya.

Sementara itu, Poleng Field Manager Rachmad Dwi Laksono menyampaikan, sebagai Perusahaan yang mengelola wilayah kerja lepas pantai (offshore) di perairan Bangkalan, Madura pihaknya berupaya memberikan yang terbaik demi menjaga lingkungan melalui praktik bisnis yang baik berikut perlindungan keanekaragaman hayati.

“Masyarakat di sekitar wilayah operasional Poleng Fied merupakan mitra kami, sehingga kami senantiasa membangun kolaborasi penuh manfaat agar tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Diketahui, produksi minyak Poleng Field mencapai 2.701 bopd atau 100,7 % dari target dan produksi gas mencapai 4,896 MMscfd atau sebesar 122,23 % dari target produksi.@Rel-Licom