LENSAINDONESIA.COM: Pelaksanaankonsep normal baru di Surabaya nampak disambut positif warganya. Namun, tetap sarat dengan penerapan rptokol kesehatan yang ketat pula. Penerapan tersebut tak hanya dilakukan oleh warga Surabaya saja secara personal. Bahkan, di tempat-tempat yang kerap di kerumuni publik pun diwajibkan menerapkan hal tersebut.

Salah satunya, Lendmarc Mall yang berada di kawasan Surabaya bagian barat ini juga menerapkan konsep New Normal namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Nampak dari depan setiap pintu masuk Mall ini nampak 6 wastafel sebagai tempat cuci tangan para pengunjung mall.

Lalu kemudian usai memasuki area mal, nampak bilik untuk penyemprotan disinfectan. Namun, kali ini Lenmarc tak menggunakan sistem penyemprotan cairan disinfectan, sebab akan mengakibatkan kerusakan pada kulit atau pakaian pengunjung.

Kukuh F. Soeharno, Marketing Communication Manager Lenmarc Surabaya menyampaikan, untuk penerapan New Normal di Lenmarc benar-benar mempertimbangkan toleransi dan penyesuaian keapda para pengunjung. Artinya, untuk penerapan protokol kesehatan di areanya tak bersifat kaku.

“Kendati usai PSBB di Surabaya, kami selaku manajemen Lenmarc tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan. Namun, protokol yang kamu sediakan di sini tak bersifat saklek. Halnya penyemprotan disinfectan, kami juga sudah tak menggunakan cairan disinfectan yang disemprotkan. Sebab WHO sendiri tak merekomendasikan hal tersebut. Kami cukup menggunakan pancaran UV atau Ozone dalam bilik. Dan tak perlu khawatir merusak kulit, pakaian, tas dan lainnya karena disemprotkan dan mampu mereduce kuman maupun virus,” papar Kukuh kepada Lensaindonesia.com Senin (22/06/2020).

Ia menambahkan, untuk urutan memasuki Lenmarc Mall, pengunjung wajib mencuci tangan sabun berikut dikeringkan dengan tisu atau hand dryer pada wastafel yang tersedia di 6 pintu masuk. Lalu melakukan cek suhu badan melalui thermal gun dengan maksimal suhu 37,5 derajat celcius.

“Untuk pemeriksaan suhu tubuh pun kita menyediakan 2 thermal gun untuk berjaga-jaga jika thermal gun tersebut mengalami eror. Sebab selalu terjadi pemeriksaan awal dan yang kedua berbeda suhu badannya. Namun, jika suhu badan pengunjung masih tetap di atas 37,5, maka kita harus menganjurkan untuk pulang,” tegas Kukuh.

Kemudian di dalam lokasi mal, lanjut Kukuh, tim security mal selalu berkeliling untuk memeriksa kemungkinan adanya pengunjung yang tak menggunakan masker atau masker hanya sekedar menempel.

Lift dibatasi 5 orang, sebelumnya berkapasitas 10 orang

Dalam lift Lenmarc Mall hanya dibatasi berisi 5 orang saja kendati sebelumnya menampung 10 orang.

Pengetatan protokol kesehatan juga berlaku dalam lift maupun eskalator mal. Untuk lift, hanya dibatasi isiannya dengan 5 orang, kendati sebelum adanya penyebaran COvid-19 ini setiap lift mampu berisi 10 orang.

“Di dalam lift, terutama di lanati kita berikan stiker untuk posisi mereka harus berdiri. Dan itu pun maksimal kapasitas yang kita isi hanya 5 orang dengan jarak masing-masing 1 meter. Kemudian penggunaan eskalator, sudah diatur posisi berdiri pengunjung dengan mengikuti sticker tanda kaki pula di lantai eskalator,” papar Kukuh.

Aturan disiplin berlaku juga untuk tenant

Setiap stand F&B diwajibkan ada sekat plastik berikut transaksi secara cashless (non tunai).

Bagi tenant yang menyewa di lokasi mal, terutama stand F&B (makanan dan minuman), fast food, dan resto juga dianjurkan mengurangi jumlah kursinya. Satu meja harus maksimal diisi dengan 2 kursi dengan posisi diagonal (silang).

Untuk pengunjung yang hendak membeli makanan diimbau untuk take away (dibawa pulang). Sedangkan untuk pengunjung makan di resto diberi waktu maksimal 30 menit. Saat membayar di kasir, dianjurkan cashless (non tunai) untuk menghindari sentuhan langsung dengan uang yang diberikan.

“Untuk yang take away sudah ada petunjuk untuk ngantri tunggu makanannya sudah tertata posisinya. Setiap toko dibatasi 50 persen dari kapasitas normal pengunjungnya. Sedangkan untuk karyawan toko, secara reguler harus melakukan cek 2-3 kali suhu tubuh nya. Hal ini untuk mengantisipasi dan menjaga kondisi karyawan toko agar tetap sehat. Selain itu, setiap toko juga harus menyediakan sekat plastik untuk mengurangi komunikasi jarak dekat. Jika tidak ada plastik pembatas di toko, diwajibkan harus menggunakna face shield,” kata Kukuh.

Di sisi perawatan properti mal, Lenmarc memberlakukan pengelapan di sitting area setiap dengan disinfectan. Jika kondisi ramai, hanya dilap sejam dua kali. Untuk New Normal ini, pengunjung rata-rata berjumlah tinggal 30 persen dari hari biasa yang rata mencapai 6.000-7000 orang. Untuk New Normal ini pula, berangsur naik rata-rata 35 persen dari masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau rata-rata perhari 1.500-2000 orang.@Eld-Licom