LENSAINDONESIA.COM: Gempa bumi berkekuatan 6 magnitudo mengguncang wilayah Bolaanguki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, Selasa (23/06/2020) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa terjadi sekitar pukul 14:44 WIB.

Pusat gempa berada di 0.03 Lintang Utara dan 123.82 Bujur Timur atau 42 km Barat Daya Bolaang Mongondow Selatan Sulawesi Utara. Kedalaman gempa mencapai 94 kilometer. Gempa juga tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut dirasakan hingga di Gorontalo. Belum diketahui dampak serta adanya tidaknya korban dari gempa tersebut.

Dikutip dari Antara, seorang warga atas nama Syafrudin mengatakan gempa juga dirasakan di wilayah Kota Gorontalo. Getaran gempa membuat warga panik dan berhamburan keluarga rumah juga gedung.

“Gempa kencang sekali dan cukup lama, rumah bergoyang bunyinya cukup keras membuat kami tambah panik,” ungkap salah seorang warga Syafrudin.

Hingga gempa selesai, warga masih berada di luar rumah memulihkan diri dari kejadian tersebut. Namun kemudian masuk kembali ke rumah.

Hingga berita ini tayang, belum diketahui apakah gempa tersebut menyebabkan kerusakan bangunan atau tidak.

Penjelasan BMKG

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, melalui siaran pers mengatakan dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi di bawah Sulawesi Utara.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan patahan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi itu juga dirasakan di daerah Bone Bolango, Bolaang Uki, Luwuk IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Gorontalo, Lolak, Ampana, Minahasa Tenggara, Tutuyan III-IV MMI.

Juga di Kotamobagu, Malili, Sorowako, Taliabu, Labuha III MMI, dan Pasang kayu, Palu, Bitung, Toraja, Masamba, Manado, Toli-toli II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) .

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut dan tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan, namun masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.@LI-13/bbs