LENSAINDONESIA.COM: Beberapa waktu lalu jagad maya diramikan dengan seorang dokter yang mengalami depresi dan telanjang dipinggir jalan di Surabaya.

Para warganet menduga bahwa dokter tersebut mengalami depresi karena Corona.

Video viral itu sendiri di-posting oleh akun Twitter @filipus_nove pada 9 Juni 2020 lalu.

Dalam unggahannya akun itu juga menuliskan bahwa perempuan dalam video berdurasi 44 detik itu depresi lantaran suami dan anaknya meninggal karecovid-19 sna COVID-19. “Ini dokter gigi di srby (Surabaya)…suaminya.ama anak nya mati kena covid…. ini istrinya sampai stres sampe telanjang di jalan,” tulis akun tersebut.

Setelah dilakukan verifikasi ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya menyatakan bahwa orang yang terdapat pada video yang telah tersebar luas tersebut adalah benar seorang dokter di Surabaya. Namun penyebab dia mengalami depresi tak ada hubungannya dengan pandemi yang sedang melanda kini.

“Memang dokter, tapi dia tidak ada kaitannya dengan COVID-19 maupun kondisi ekonomi keluarga,” ungkap Brahmana selaku Ketua IDI Kota Surabaya saat dikonfirmasi Selasa (23/06/2020).

“Bahwa apa yang terjadi itu tidak ada kaitannya dengan COVID-19 maupun kondisi ekonomi keluarga. Bahkan anak dan suaminya kondisinya juga sehat,” lanjutnya dia.

Brahmana sendiri langsung menghubungi pihak keluarga dokter yang ramai diperbincangkan tersebut. Mengingat dia kenal dengan dia dan keluarganya. Brahmana menghubungi keluarganya dengan tujuan untuk memastikan kebenaran dari berita yang telah beredar dan ramai diperbincangkan tersebut.

Dengan masih adanya keluarga, suami, serta anaknya ini dapat membuat mental maupu kesehatan keluarganya akan terganggu. Apalagi bila sampai berita terebut semakin meluas.

Brahmana mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap sebuah informasi yang belum ditemukan kebenarnya. Sebaiknya sebelum menyebarkan sebuah informasi harus dicari dan diteliti kebenarannya.

Apabila diragukan kebenarannya sebaiknya tidak disebarkan dan tak perlu ditanggapi. Karena akan berdampak pada diri kita, mengingat saat ini ada UU ITE yang dapat menjerumuskan kita yang tak berhati-hati dan bijak dalam menggunakan gadget.@budi