LENSAINDONESIA.COM: Efek Pandemi COVID-19 triwulan terakhir ini intensitas penggunaan motor nyatanya menjadi berkurang.

Hal tersebut berdampak pada performa motor yang menurun bahkan mesin menjadi rusak. Untuk itu,, All Variant Ninja Community (AVNC) Surabaya berbagi tips agar mesin motor kembali greng jika dipakai lagi.

Saat dikonfirmasi, Andik Nuryanto, Sekretaris AVNC ( All Variant Ninja Community) Surabaya membeberkan, motor yang jarang digunakan sebagian besar berpengaruh pada pengapian. Voltase baterai atau accu tegangannya menurun. Sebab itu, jika motor tidak digunakan dalam waktu lama, disarankan kabel ke accu dilepas.

“Kondisi ideal accu adalah 11,4 hingga 12,5 volt. Jika tegangan di bawah 11 volt maka mesin motor akan sulit dihidupkan. Sebaiknya kabel ke accu dilepas dulu agar tegangannya tetap utuh saat motor tidak dipakai lagi,” tutur Andik di Surabaya, Senin (20/06/2020).

Ia menambahkan, terkait bahan bakar, pemilik motor bisa mengosongkan bensin atau justru mengisi penuh tangki motornya. Sebab khusus untuk tangki motor injeksi terdapat sistem fuel pumpnya.

“Jika motor diisi penuh atau dikosongkan bensinnya, hal ini meminalisir kerusakan pada fuel pump menjadik lebih kecil,” tandas Andik.

Halnya rem motor, menggunakan mekanisme hidrolik. Jadi, jika motor terlalu lama tidak digunakan maka dikhawatirkan ada kotoran menempel pada piston kaliper yang akan menekan kampas remnya.

“Motor sekarang ini sudah pake teknologi, jadi mesti ekstra rajin merawat nya, termasuk rem yang berisiko,” terangnya.

Ia menyarankan pemilik motor untuk selalu mengecek dan mengganti oli secara berkala. Oli yang terendap lama akan mengurangi kualitas dari oli tersebut.

“Ganti oli idealnya dilakukan setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer (KM). Filter oli juga harus dicek, atau kalau lama tidak dipakai harusnya diganti,” ungkap Andik.

Begitu pula terhadap motor yang memiliki air radiator. Jika kondisi air berada di level low pada reservoir tank, perlu dilakukan pengisian. Dan pengurasan airnya pun dilakukan setiap 20.000 hingga 40.000 KM.

Jika motor yang akan dipakai lagi usai lama tak turun ke jalanan, lanjut Andik, seyogiayanya diperiksa kondisi kick staternya. Sebelum kunci dinyalakan, kick stater digunakan beberapa kali sebelum menghidupkan mesin motor.

“Jika motor lama tidak difunakan maka endapan oli berada di dasar mesin. Dikhawatirkan jika langsung distarter dan menyala, maka mesin di bagian atas tak teralir pelumasnya. Yah kalau nggak ada pelumasnya, bisa.dipastikan gesekannya akan merusak mesin dan itu pasti terjadi,” pungkas Andik.@Rel-Licom