LENSAINDONESIA.COM: Memperingati Juni Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi dan Relawan Rieke Diah Pitaloka (RDP) Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tergerak melakukan program berbagi sesama dalam misi kemanusiaan di Kabupaten Bekasi.

Berbagi kasih itu di antaranya, menggerahkan tim untuk melakukan perbaikan rumah milik Nenek Nemah yang hampir ambruk.
Rumah reyot yang dihuni Nenek Nemah bersama ketiga cucunya yang yatim piatu selama 12 tahun itu berada di Desa Rumbia Poncol, RT 003/002, Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran.

“Kami tergerak hati untuk membedah rumah Nenek Nemah agar bisa meringankan bebannya yang selama 12 tahun menempati rumah reyot. Kondisinya sangat membahayakan jika suatu saat ambruk dan menimpa mereka,” ucap Ketua DPC PDI-P Kabupaten Bekasi, Soleman tentang programnya pekan lalu.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman juga sangat merasakan beban hidup yang dialami nenek Nemah. Dirinya tidak ingin warga Kabupaten Bekasi tinggal dalam kondisi seperti itu dan akan berupaya membantu semampunya sebagai kepedulian pengurus partainya wong cilik.

“Kami sudah membongkar rumah Nenek Nemah dan membangunnya kembali agar lebih layak huni. Nenek berikut cucunya juga sudah kami ungsikan ke sebuah hotel agar lebih nyaman,” jelasnya.

Soleman mengatakan, atas inisiatif PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor dan Juni Bulan Bung Karno, pihaknya juga membantu pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi nenek dan ketiga cucunya.

“Bantuan bedah rumah ini hasil gotong royong dari Ibu Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Ibu Martina, kemudian Sekretaris DPC Pa Usup dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi,” tambah dia.

Kondisi kehidupan seperti yang dialami Nenek Nemah ini sudah semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah Desa. Seperti bantuan membangun rumah layak huni menggunakan dana Desa, dan bantuan dari Propinsi Jabar demi rasa keadilan terutama bagi mereka yang senasib dengan nenek Nemah.

Soleman mengharapkan, ke depan tidak ada lagi kondisi mengenaskan seperti yang dialami Nenek Nemah yang tinggal di Kabupaten Bekasi yang merupakan kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara. Apalagi, keluarga tersebut tinggal di rumah yang cukup memilukan seperti itu sudah bertahun-tahun.

“Jangan sampai terdengar lagi warga Kabupaten Bekasi yang tak tersentuh oleh program Rutilahu bagi rakyat miskin di tengah kota yang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara ini,” ucapnya prihatin. @sofie