LENSAINDONESIA.COM: Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang mengungkapkan, keluarga dari Prajurit TNI, Sersan Mayor (Serma), Rama Wahyudi, akan mendapat santunan.

Serma Rama gugur saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Santunan yang akan diterima seusai inevestigasi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mencari tahu pihak yang bersalah atas insiden penembakan tersebut.

Pasalnya, saat ini investigasi masih berjalan dan hasilnya kemudian akan dinaikan ke tahap board of inquiry.

“Apabila bukan salah yang bersangkutan (Serma Rama), maka akan mendapatkan santunan USD75.000 seperti yang pernah diterima rekan-rekan kontingen beberapa negara,” ungkap Victor dalam keterangan persnya di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

Sementara, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi mengungkapkan, Pemerintah Indonesia juga akan memberikan santunan kepada keluarga Serma Rama. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI.

“Ada di PP 39/2010 tentang administrasi prajurit, termasuk ada yang baru bisa ditanya ke Kemhan kaitannya ASABRI,” tutur Sisriadi.@licom