LENSAINDONESIA.COM: Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) bergerak turun ke jalan menggaungkan protes keras terkait pembakaran bendera partainya. Massa berjalan iring-iringan dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur, Kamis siang (26/6/2020).

Massa berseragam warna merah atribut khas PDI Perjuangan itu membawa beragam poster bernada protes. Di antaranya paling mencolok bertuliskan; “Saya Bukan PKI, Saya Bukan HTI, Saya PDI Perjuangan”.

Iring-iringan massa setibanya di depan Polres Metro Jakarta Timur, mereka menuntut polisi menangkap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan saat berlangsung aksi demo yang digelar PA 212 pada Rabu (24/6/2020) di depan Gedung MPR/DPR Senayan. Aki demo itu menolak RUU HIP yang diusulkan DPR.

Massa PDI Perjuangan Jakarta Timur menyampaikan aspirasinya saat tiba di depan Kantor Polres Jakarta Timur. @foto: ist

Poster-poster lainnya yang juga diekspresikan massa PDI Perjuangan ini bertulisan; ‘Kita Negara Hukum, Tegakkan Hukum’ serta ‘Tangkap dan Adili Pelaku Pembakaran Bendera PDI Perjuangan’.

Massa sejak mulai bergerak dari Jalan Matraman hingga tiba di Polres Jakarta Timur, berlangsung tertib. Tidak ada kegaduhan. Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat TNI-Polri.

Walau begitu, situasi lalu lintas agak terhambat di sepanjang iring-iringan massa yang dimulai dari titik awal bergerak di depan Halte Gang Kelor, Jalan Matraman Raya.

Surat Perintah Harian
Terpisah pada Kamis ini juga, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian kepada kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Surat yang dikeluarkan sehari setelah peristiwa pembakaran bendera PDIP itu, ditandatangani langsung Megawati.

“Ya benar ibu ketua umum mengeluarkan surat perintah harian,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan yang diterima, Kamis (25/6/2020).

Surat ini juga beredar di awak media massa. Isinya meminta kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia siap siaga, namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut. Juga mempertegaskan latar belakang eksistensi partai.

“Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927,” demikian Megawati dalam suratnya.

“PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memperjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi dikuyo-kuyo, dipecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor partai pada tanggal 27 Juli 1996,” imbuhnya lagi.

Hasto Kristiyanto menegaskan sejak awal PDI Perjuangan selalu mengedepankan dialog dan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.

“PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalan hukum,” ujar Hasto Kristiyanto sebelumnya.

Berikut isi surat selengkapnya yang dikeluarkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri;

SURAT PERINTAH HARIAN
KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

Merdeka!!!

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memperjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi dikuyo-kuyo, dipecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor partai pada tanggal 27 Juli 1996.

Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi partai untuk rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Terus rapatkan barisan!
Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat,
karena rakyatlah cakrawati Partai.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!!

Jakarta, 25 Juni 2020

Megawati Soekarnoputri