LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap mempertaruhkan reputasi politiknya demi memulihkan kondisi ekonomi nasional akibat dampak pandemi COVID-19, khusunya di bidang ekonomi.

“Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya,” tegas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang diunggah akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, Minggu (28/06/2020).

Jokowi meminta, usaha mikro, usaha kecil, menengah, usaha besar, perbankan, dan segala yang terkait ekonomi harus diprioritaskan agar tak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sebeb itu, tandas dia, langkah yang diambil harus signifikan.

“Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro Mereka nunggu semuanya. Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, nggak ada artinya,” tegasnya.

Karena itu, Jokowi memerintahkan jajarannya bekerja cepat menangani pandemi Corona. Ia mengingatkan agar para menteri dan kepala lembaga tak menjadikan regulasi sebagai penghambat kerja.

Jokowi juga meminta para menteri segera mengeluarkan peraturan menteri bila ada hambatan.

Kepala Negara juga bersedia mengeluarkan Peraturan Perundang-undangan (Perppu) bila dibutuhkan. Dia menyebut seluruh bentuk payung hukum harus digunakan untuk menyelamatkan 267 juta rakyat Indonesia dari krisis ekonomi.

“Kalau perlu Perpres (peraturan presiden) saya keluarkan Perpresnya,” kata tegasnya.

Jokowi berharap tidak ada lagi kinerja jajarannya yang menurun. Menurutnya, semua pihak harus memiliki presepsi yang sama dalam memulihkan kondisi ekonomi Indonesia akibat pandemi COVID-19.

“Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary,” tegas dia.

“Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru mengganggu,” tambah Jokowi

Jokowi mengingatkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah mewanti-wanti pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6-7,6 persen. Bank Dunia juga menyampaikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia -5 persen.@LI-13/mc