LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus bekerja keras berikhtiar menurunkan jumlah kasus COVID-19 di wilayahnya. Apalagi setelah didatangi dan ditarget adanya penurunan kasus COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo hanya dalam waktu dua pekan ini.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Jatim telah bergerak melakukan langkah pencegahan dengan cara bagi-bagi masker. Dua hari berturut-turut ini mereka turun ke lapangan langsung bertemu masyarakat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga ikut turun langsung membagi masker ke masyarakat. Orang nomor satu di Jatim itu blusukan ke pasar dan mall. Ia bertemu pedagang Pasar Kapasan dan Kapas Krampung Plaza Surabaya, Senin (29/06/2020).

Turut serta Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Imran Baidirus, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah membagikan masker bantuan dari Presiden Jokowi. Total ada sebanyak 2 juta masker yang digelontor Presiden Jokowi khusus untuk warga Jawa Timur.

Bantuan masker dari Presiden Jokowi ini adalah bentuk perhatian dan juga sebagai upaya untuk turut menekan angka pertumbuhan kasus COVID-19 di Jawa Timur yang hingga kini masih tinggi.

“Kedatangan kami ke sini adalah ingin menyampaikan amanah dari Bapak Presiden. Beliau menyiapkan dua juta masker untuk warga masyarakat Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Ia menilai pasar memang menjadi sasaran untuk bagi-bagi masker karena pasar tradisional memiliki potensi kerumunan yang cukup tinggi.

Oleh sebab itu agar sektor ekonomi bisa terus berjalan dan masyarakat yang beraktivitas di pasar tetap dalam kondisi yang aman dari penularan, maka masker adalah alat pelindung yang harus digunakan mereka selama beraktivitas di pasar.

“Masker ini memiliki efektivitas sampai 60 persen untuk mencegah penularan,” tegas Khofifah.

Masker yang dibagikan di pasar tersebut adalah masker kain. Tampak mayoritas pedagang dan pengunjung di tempat tersebut sudah mengenakan masker. Pembagian masker ini diharapkan bisa menjadi pengganti masker mereka, saat masker yang mereka miliki sedang kotor atau sedang dicuci.

Kegiatan bagi-bagi masker ini akan dilanjutkan dalam beberapa waktu ke depan. Targetnya masyarakat semakin sadar dan mawas diri saatnya memasuki era new normal, ada adaptasi baru yang harus dilakukan. Yaitu menegakkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mengupayakan physical distancing.

“Mudah-mudahan kalau kita terus turun bahkan juga bersama Bapak Pangkogabwilhan II, akan menjadi referensi bersama bahwa saat ini, di tengah pandemi COVID-19, jalannya sektor ekonomi tetap harus dibarengi dengan menjaga protokol kesehatan,” pungkas mantan Mensos ini.@sarifa