LENSAINDONESIA.COM: Cari Fakta: Diisukan warga Italia secara massal sujud usai pandemi virus corona mewabah di negara tersebut. Bahkan, mereka meratap dan menagisi diri sendiri sambil memohon ampun.

Isu ini didapat dari sebuah video yang diunggah Juned By pada 28 Maret 2020 lalu. Dalam visualnya, nampak orang-orang bersujud namun suaranya taknjelas apa yabg mereka katakan.

Nyatanya, saat Lensaindonesia.com melakukan cek info tersebut ternyata tidak benar.

Video tersebut mempertontonkan aksi unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru, bukanlah di Italia. Aksi tersebut adalah gerakan memprotes orang-orang yang diduga korupsi selama pemilihan mendatang.

Dari bangunan dan patungnya, jika ditelusuri menggunakan mesin pencarian google dengan kata kunci “Plaza San Martin Lima Peru.” Alhasil, bangunan dan patung dalam video tersebut sangatlah cocok.

Apalagi dalam video tersebut memperdengarkan seorang pria yang berbicara dengan logat Spanyol. Orang tersebut berkata, “saat ini kita berada di Plaza San Martin, bersama-sama dari berbagai kelompok Denominasi (Kelompok Keagamaan) yang berdoa untuk Peru”.

Tak pelak lagi, unggahan video Youtube tersebut pernah tayang di laman Facebook Perú, Jesucristo es la única esperanza dengan judul “VIGILIA DE ORACIÓN POR EL PERÚ. Plaza San Martín – Lima”.

Di video itu nampak kumpulan massa sedang berdoa, persis unggahan video di akun Youtube Juned By.
Di sisi lain, kutipan dari laman Covid-19.go.id, lansiran dari altnews.in, unjuk rasa tersebut berlangsung pada 6 Desember 2019, bahkan menurut kantor berita Reuters, kasus positif virus Corona pertama di Peru dilaporkan pada 6 Maret 2020. Disimpulkan, bahwa peristiwa itu tidak berkorelasi dengan virus Corona.

Video yang diunggah akun Youtube Juned By tak ada huhungan dengan Italia dan wabah Corona. Video tersebut adalah bentuk unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru pada tahun 2019 dan berdoa melawan orang-orang korupsi selama pemilihan mendatang.@Eld-Licom