LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banceuy Bandung dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bandung menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Perjanjian kerja sama ini terkait komitmen pengawasan, pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba, untuk mewujudkan Lapas Banceuy bersih dari Narkoba (Bersinar).

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung Jawa Barat, Tri Saptono Sambudji, mengatakan belum-lama ini Lapas Banceuy telah melakukan kegiatan kerja sama menerapkan strategi dalam memberantasan peredaran narkoba di dalam lapas.

“Kita buat semacam MOU dalam bentuk kerja sama dengan BNNK Kota Bandung untuk secara berama-sama melakukan pengawasan kepada para napi di lapas banceuy,” ujar Kalapas Tri Saptono Sambudji di Bandung, Rabu (1/7/2020).

 

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung Jawa Barat, Tri Saptono Sambudji.

Menurutnya, selain melakukan MOU dengan BNNK, Lapas Banceuy juga melibatkan kerjasama dengan The Hope Yayasan Sosial Mahanaim Mulia Indonesia dan PD Ecclasia Gatsu tentang pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN).

“Dengan maksud untuk peningkatan pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk warga binaan di Lapas Banceuy,” ungkap Tri Saptono

Tri menegaskan, bahwa petugas pemasyarakatan Lapas Banceuy dalam menangani P4GN harus Extraordinary yang simpatik dengan mencerminkan pengabdian Tri Darma Petugas Penasyarakatan dalam pelaksanaan Dasa Adi Brata dan Integritas yang tinggi.

“Hal inilah yang harus diperhatikan oleh petugas di lapas, Sehingga petugas itu harus jujur, tegas dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Narkotika, menurut Tri, termasuk extra ordinary crime dan penanganannya harus luar biasa karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Maka, adanya perjanjian kerjasama tersebut ingin membangun komitmen pegawai lapas banceuy untuk memberantas narkoba dan menjadi Lapas “Bersinar” bersih dari narkoba.

“Memalui keterbukaan dengan banyak melibatkan pihak lembaga pengawasan dari BNNK dan POLRI diharapkan upaya ini mampu mewujudkan Lapas Banceuy menuju yang lebih baik lagi terutama bersih dari peredaran hanphone, pungli dan narkoba,” tutur Tri Saptono Sambudji

Sementara, Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial mengatakan, kerja sama ini sebagai salah satu penguatan upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). P4GN merupakan strategi BNN bersama pemerintah dalam menanggulangi permasalahan narkoba.

Deni menyampaikan, kerja sama bersama lapas dan rutan sudah dilaksanakan sejak lama. Upaya tersebut diharapkan bisa senantiasa mewujudkan lapas dan rutan di Kota Bandung Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Negara kita dalam menghadapi wabah narkoba ini situasinya sudah darurat narkoba. Satu strategi untuk mengantisipasi bahaya wabah narkoba ini dengan P4GN,” terangnya.

Deni juga menyebutkan, P4GN baru bisa berhasil jika semua lingkungan masyarakat melaksanakan secara mandiri upaya tersebut. Kerja sama ini pun membuat semua pihak wajib berkomitmen dengan membentuk tim terpadu dalam upaya P4GN.

“Program ini sangat sederhana, mulai menciptakan sistem memperkuat integrasi di area lapas. Bahkan P4GN bisa disisipkan dalam kegiatan rutin lapas, seperti upacara atau saat ada program edukasi,” pungkas Deni Yus Danial@Caca