LENSAINDONESIA.COM: Jumlah pengguna internet saat pandemi virus corona meningkat tinggi, begitu juga dengan masyarakat yang menjadi korban penipuan online.

Tujuan KBRI Quito mengadakan webinar adalah untuk meningkatkan kewaspadaan kita dari kejahatan internet. Tema yang diangkat yaitu “Melindungi Diri Dari Kejahatan Internet”, digelar pada tanggal 27 Juni 2020.

Sebagai Keynote Speaker yakni Kepala Pusat Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri, Agus Trenggono. Disamping itu, pembicara lainnya adalah R. Apriyanto dan Harris Irvan staf KBRI Quito yang saling membahas dan berdiskusi tentang masalah masalah penipuan melalui internet yang dirasakan masyarakat serta bagaimana mencegah agar diri kita tidak terkena kejahatan penipuan melalui internet.

Melalui pesan tertulisnya, Dubes RI Quito dalam pidato pembukaannya menyampaikan, tentang banyaknya kemajuan perkembangan internet yang memberikan banyak kemudahan dalam hidup, Internet memudahkan kita untuk berhubungan dengan orang lain di daerah yang jauh, salah satunya adalah dapat melakukan webinar jarak jauh tanpa harus bertemu langsung.

Namun, dibalik kemudahan-kemudahan tersebut terdapat risiko berbahaya yang dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan atau kejahatan lain. Tujuan webinar dan diskusi santai ini adalah agar kita dapat lebih waspada dan bijak dalam menggunakan internet.

Keynote Speaker Agus Trenggono dalam paparannya mengatakan, bahwa sebagai pengguna internet kita harus bisa menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan, agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kenyamanan pemakai serta tetap dapat menjaga diri dan terhindar dari kejahatan virtual.

Dalam mengamankan diri dari kejahatan virtual melalui internet, pengguna atau manusia adalah kunci utama bukan teknologinya. Kita harus selalu waspada dan bersikap bijak dalam menggunakanya.

Seringkali kita lalai dalam mengamankan diri sendiri seperti karena takut lupa. Kita menuliskan password ditempat yang mungkin mudah dibaca orang lain juga atau memposting data yang bersifat terlalu pribadi di sosial media seperti alamat rumah, nomor telepon, no rekening, yang mudah dapat disalah gunakan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Prinsip dasar yang perlu kita tanamkan adalah kita harus berfikir secara matang sebelum melakukan tindakan atau memposting sesuatu di internet tanpa mengetahui sumber beritanya. Gunakan logika dasar sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Jika terjadi kejahatan siber maka kita harus segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Diskusi santai antara Sdr. Rally dan Sdr. Harris dari KBRI Quito banyak membahas tengang contoh-contoh penipuan virtual yang marak terjadi di masyarakat, baik yang sederhana sampai yang kompleks.

Diharapkan agar lebih waspada dan tidak mudah terjebak kemudian menyesal belakangan, sangat disarankan tenang dan berfikir matang dulu sebelum bertindak atau mengambil keputusan, baik dalam memberitakan atau meneruskan portingan berita kepada orang lain yang nantinya akan merugikan diri sendiri atau orang lain. Karena, informasi yang disampaikan ternyata berita hoax.

Seringkali penipu mencari celah dengan memberikan kabar yang mengandung unsur emosi, baik emosi senang ataupun sedih. Dalam hal menerima berita seperti ini gunakan akal sehat atau pertimbangan matang jangan terlarut dalam emosi sedih atau senang yang berlebihan.

Contoh saat diberitahu bahwa akan mendapat hadiah kegembiraan yang berlebihan seringkali mengikuti perintah dari si pembuat berita, misalnya dengan mengirimkan sejumlah dana. Demikian pula dalam bereaksi terhadap berita tentang musibah yang dialami salah satu anggota keluarga, sering kali kita bertindak emosional sehingga buntutnya tertipu dan rugi sendiri.

Oleh karena itu, perlu sekali bersikap tenang dan berfikir dengan logika dasar sebelum mengambil tindakan atau kalau perlu mendiskusikannya dengan orang lain agar lebih obyektif.

Kenyataan bahwa saat ini hidup kita banyak dimudahkan dengan adanya teknologi internet, kita tetap harus waspada, jangan menjadi lengah dan perlu mencari cara yang aman dan nyaman untuk melindungi diri dari kejahatan yang mungkin dilakukan melalui internet. Bersikaplah dengan bijak dan dapatkan manfaatnya, serta tetap waspada agar tidak menjadi korban dari pihak yang tidak bertanggungjawab.@licom