LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menyatakan bahwa untuk tarif listrik, tak ada kenaikkan tarif hingga akhir tahun ini.

Keputusan tersebut dibuat sebagai respon dari melonjaknya tagihan listrik masyarakat dalam dua bulan terakhir.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menegaskan, bahwa terkait lonjakan tagihan listrik beberapa waktu lalu tidak ada kaitannya dengan kenaikkan tarif.

Dia menjelaskan, lonjakan tarif pada tagihan listrik disebabkan oleh meningkatnya konsumsi listrik saat itu. Apalagi, masyarakat banyak melaksanakan aktivitas di rumah selama pandemi corona.

“Pemerintah tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir tahun ini. Kalau ada (kenaikkan) tagihan, itu semata-mata kenaikan pemakaian,” ujar Rida dalam keterangan pers secara virtual, Rabu (1/7/2020).

Terkait lonjakan tarif, menurut Rida, masyarakat bisa mengadu kepada pemerintah jika terdapat tagihan tarif secara tak wajar. Pemerintah telah menyediakan saluran pengaduan melalui website dan aplikasi di Android.

Upaya tersebut, kata Rida, dilakukan untuk memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan kepada pemerintah.

“Hingga Mei 2020, ada lebih dari 300 ribu aduan pelanggan, setengahnya sudah ditindaklanjuti karena memang betul mereka berhak menerima subsidi,” terang Rida.

Selain itu, Rida menyampaikan, bahwa pemerintah telah memberikan perlindungan sosial bagi pelanggan terdampak Covid-19. Insentif tersebut berupa pemberian diskon 50% bagi pelanggan 900 VA subsidi dan gratis listrik bagi pelanggan 450 VA. Insentif listrik berlaku hingga September 2020.

“Bantuan ini sementara dan tidak akan permanen, tapi ini wujud kehadiran negara bagi warga terdampak,” ujar Rida.@licom