LENSAINDONESIA.COM: Kota Surabaya menjadi pusat persebaran virus Corona (COVID-19) di Jawa Timur. Bahkan hingga pertengahan tahun 2020 ini, tingkat persebaranya masih sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Virus Corona (COVID-19) Jawa Timur, selama bulan Juni 2020 tercatat sebanyak 3.116 orang terkonfirmasi positif Corona.

Dari kumulatif data pasien positif tersebut, sebanyak 2.158 pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia akibat COVID-19 selama bulan Juni di Surabaya adalah sebanyak 211 orang.

Seperti disampikan Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono, banyaknya pasien Corona yang meninggal ini salah satunya dipicu kondisi rumah sakit yang overload. Akibat jumlah pasien COVID-19 yang membludak membuat mereka tidak sepenuhnya tertangani.

“(Penyebab) Pasien yang meninggal itu ada dua. Pasien meninggal setelah mendapatkan perawatan yang optimal, sudah ventilator macem-macam, tapi karena orangnya sudah tua, komorbid-nya banyak, dia meninggal,” ungkap dr Sudarsono saat audiansi dengan Wali Kota Surabata Tri Rismaharini bersama IDI Surabaya dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/06/2020) lalu.

Sedangkan yang kedua, lanjut Sudarsono, adalah pasien yang tak bisa dirawat dengan optimal, karena kondisi rumah sakit yang overload. Hal itu membuat rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien. Akibatnya sejumlah pasien pun meninggal dunia,

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi menyampaikan, bahwa pasien COVID-19 yang dirawat RSUD dr SOetomo yang paling banyak adalah pasien dari Surabaya.

Joni menyebut, jumlah pasien Corona yang dirawat di RSUD dr Soetomo saat ini mencapai 1.097 oramh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 pasien atau 79 persennya adalah warga Kota Surabaya.

“Sisanya, 232 pasien atau 21 persennya berasal dari luar Kota Pahlawan, seperti dari beberapa daerah di Jatim, Jateng, Jabar sampai Maluku. Jadi, pasien non Surabaya hanya 21 persen,” jelasnya.@LI-13