LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah mengambil langkah menghentikan transaksi dan penjualan sekitar 100 paket pelatihan (bundling) kartu prakerja yang ada di seluruh mitra platform digital.

“Yang kami berhentikan itu paket pelatihan. Jumlahnya hanya sekitar 100 dari sekitar 3 ribu pelatihan yang ada di ekosistem kartu prakerja,” ujar Kepala Kemitraan dan Pengembangan Ekosistem Program Kartu Prakerja Regi Wahono, Kamis (2/7/2020).

Diketahui, polemik paket pelatihan pada kartu prakerja dinilai tidak memiliki mekanisme untuk memastikan setiap peserta yang membeli paket telah menyelesaikan seluruh paket pelatihan. Kemudian hal ini membuat Manajemen Pelaksana tidak bisa melakukan evaluasi.

Regi Wahono menjelaskan, pihaknya saat ini telah menghentikan permintaan transaksi paket pelatihan tersebut di dalam sistem kartu prakerja. Atas kondisi itu, pihak manajemen tidak akan memberikan sanksi kepada para mitra platform digital.

Selain itu, para mitra platform digital diminta untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Regi memastikan, pihaknya akan memperbaiki kriteria jenis pelatihan agar hal serupa tidak kembali terulang.

“Melalui revisi kriteria kami mengharapkan kualitas jenis pelatihan Kartu Prakerja akan semakin baik lagi dan dapat meningkatkan daya saing para peserta Kartu Prakerja,” terangnya.

Sementara lain, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky juga memastikan pemberhentian hanya dilakukan pada pelatihan yang berbentuk paket bundling saja.

“Ini hanya sebagian kecil dari seluruh pelatihan yang ditawarkan, sehingga peserta pelatihan tetap memiliki kebebasan,” ujar Panji.

Penghentian paket pelatihan, lanjut Panji, tidak berdampak terhadap program kartu prakerja secara keseluruhan. Program ini tetap berjalan sesuai arahan Komite Cipta Kerja.

Penghentian khusus paket bundling, kata Panji, hanya efektif dari 30 Juni dan tidak berlaku surut, sehingga insentif peserta yang sempat mengambil paket pelatihan bundling akan terus berjalan seperti biasa. para mitra platform digital serta lembaga pelatihan yang telah menjual paket pelatihan bundling hingga 30 Juni pun tetap menerima pembayaran atas pelatihan yang telah diselenggarakannya.

“Ini merupakan salah satu langkah dalam menerapkan tata kelola program yang baik agar para peserta benar-benar mendapatkan manfaat,” terang Panji.

Diketahui sebelumnya, Manajemen Pelaksana mengirimkan surat kepada seluruh mitra platform digital. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari bertanggal 30 Juni 2020.

Deni mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi Manajemen Pelaksana, beberapa mitra platform digital kartu prakerja membuat dan menawarkan produk paket pelatihan yang terdiri dari beberapa jenis atau kelas pelatihan yang diselenggarakan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan di masing-masing platform digital.

Pada paket pelatihan tersebut, tidak ada mekanisme yang dapat memastikan bahwa setiap peserta yang mengambil atau membeli paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas pelatihan yang ditawarkan. Akibatnya, tidak ada laporan mengenai penilaian peserta pelatian terhadap infrastruktur, sarana prasarana, dan program pelatihan tersebut.

Atas kondisi tersebut, Manajemen Pelaksana tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mengevaluasi kelas pelatihan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya menghentikan seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan.

Selain itu, Denni juga meminta mitra platform digital untuk melakukan seluruh langkah yang dianggap perlu terkait dengan keputusan tersebut, termasuk dan tidak terbatas pada mencabut dan menghentikan penjualan paket pelatihan.@licom