LENSAINDONESIA.COM: Beredar kabar pada Selasa 30 Juni lalu, bahwa Kepala Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Hijau (DKRTH) Chalid Bukhari mengajukan pensiun dini. Penyebabnya karena secara mendadak Chalid dilorot jabatannya oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Masih kata sumber tersebut, pelorotan jabatan Kepala Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Hijau, Chalid Bukhari ternyata penyebabnya sepele. Risma menjadi murka karena pada saat sidak di suatu tempat di Surabaya, dia marah habis-habisan karena tak kebagian tempat parkir. Tempat parkir yang ada dipenuhi oleh mobil-mobil dinas milik DKRTH Surabaya.

Saat dikonfirmasi mengenai berita tersebut Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, membenarkan bahwa Chalid Bukhari telah mengajukan Surat Pengunduran diri dan pensiun dini kepada BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Kota Surabaya tepatnya pada Kamis 25 Juni 2020.

“Berdasarkan informasi dari teman-teman BKD, beliau (Chalid Bukhari,red) beberapa waktu lalu, tepatnya pada 25 Juni 2020, telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala DKRTH, sekaligus beliau mengajukan pensiun dini,” kata Febri di kantornya, Rabu (01/07/2020).

Namun, dia membantah kalau Chalid mundur atas permintaannya sendiri. “Nah, yang dilakukan oleh Pak Chalid ini adalah atas permintaan sendiri dan atas kehendak sendiri mengajukan pengunduran diri dan pensiun dini. Jadi bukan masalah-masalah yang lainnya. Murni atas permintaannya sendiri, dia mengajukan pengunduran diri dan pensiun dini,” tegasnya.

Selain itu menurutnya itu sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan tidak pula melanggar PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara.

Berdasarkan undang-undang tersebut, surat pengajuan pengunduran diri dan pensiun dini yang dikirimkan oleh Chalid kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang mana dalam hal ini adalah kepala daerah atau Wali Kota Surabaya. Selanjutnya, surat itu akan diproses administrasinya oleh BKD.

“Setelah dicek administrasinya, beliau sudah memenuhi syarat untuk mengajukan pensiun dini, yang mana salah satu syaratnya adalah masa kerjanya sudah selama 20 tahun dan usianya sekurang-kurangnya 50 tahun. Selanjutnya permohonan pensiun dini yang bersangkutan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.@budi