LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, bahwa pasien Corona yang meninggal adalah pasien yang memiliki penyakit penyerta (Komorbid) tidak bisa dijadikan alasan banyaknya jumlah pasien yang meninggal.

“Hampir 90% itu ada komorbidnya, tapi kan kita tidak boleh mengatakan itu adalah alasan tapi bagaimana cara menurunkan angka kematian di Surabaya,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya berusaha mengurangi angka kematian akibat COVID-19 yang cukup tinggi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan bantuan kepada setiap Rumah Sakit yang memerlukan bantuan baik berupa Alat Pelindung Diri (APD) maupun alat penunjang pasien.

Pada Selasa 30 Juni lalu, Pemkot Surabaya membagikan sebanyak 9 ventilator kepada beberapa Rumah Sakit yang menangani pasien virus korona. Selain itu Pemkot juga memberikan bantuan APD kepada 50 Rumah Sakit di Surabaya pada Senin 29 Juni serta Fakultas Kedokteran Unair pada Selasa 30 Juni.

Dengan adanya bantuan ini dia berharap dapat menurunkan angka kematian akibat Virus Korona di Surabaya. “Beberapa Rumah Sakit sudah kita beri bantuan bantuan peralatan,” ucapnya Risma saat memberikan bantuan-bantuan tersebut.

Dia mengungkapkan hanya bisa membantu apabila Pemkot mendapatkan bantuan baik dari Perusahaan, LSM, ataupun masyarakat lainnya. Karena dia merasa kesulitan apabila membantu saat Pemkot tidak menerima bantuan.

“Selama ini kalo kita dapat bantuan kita bagi, namun bila tidak ada bantuan kita kesulitan,” ungkapnya saat menghadiri acara Pengarahakan Kepada Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas se-Surabaya pada Selasa 7 Januari lalu.

Namun sepertinya hal itu akan dapat teratasi. Mengingat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berjanji akan membantu Surabaya. “Alhamdulillah tadi disampaikan oleh Pak Daniel dan Pak Jajang dari Kementerian Kesehatan bahwa kami akan dibantu untuk peralatan-peratan itu,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan yang akan diberikan oleh Kemenkes ini dia berharap akan menurunkan angka kematian yang tinggi tersebut, “Semoga (Bantuan Kemenkes Tersebut,red)dapat mengurangi angka kematian di Surabaya” harapnya.

Selain itu dia juga berharap agar tenaga medis dan pengelola Rumah Sakit tidak terpapar virus ini lagi. Risma juga mengajak masyarakat bekerja sama untuk dapat menurunkan angka positif sehingga dapat mengurangi beban dari para Petugas Medis.@budi