LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mewajibkan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menunjukkan hasil rapid test COVID-19.

Keputusan melampirkan hasil rapid test COVID-19 sebagai syarat mengikuti ujian tersebut disampaikan Risma melalui surat edaran Wali Kota Surabaya kepada 4 rektor perguruan tinggi negeri di Surabaya, yaitu: Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim dan Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS).

Seluruh peserta UTBK dalam SBMPTN wajib menunjukkan uji rapid test dengan hasil non reaktif atau swab test dengan hasil negatif yang dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum mengikuti ujian kepada panitia.

Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Surabaya Irvan Widiyanto, kebijakan yang mewajibkan para peserta UTBK melampirkan hasil rapid test tersebut adalah upaya pencegahan makin meluasnya penyebaran virus Corona di Kota Surabaya.

“Kita harus tahu bersama bahwasanya keselamatan dan kesehatan warga adalah hukum tertinggi,” ujar Irvan, Kamis (02/07/2020).

Pemkot Surabaya pun menyiapkan solusi bagi peserta yang berasal dari Surabaya khusus bagi pendaftar dari jalur bidikmisi. Irvan mengatakan, nantinya peserta bidikmisi akan diberikan fasilitas rapid test gratis.

“Yang kita khususkan ini adalah warga Surabaya yang tergabung di bidikmisi dan termasuk mereka ini juga secara ekonomi menengah ke bawah, mereka bisa dilayani dengan rapid test gratis itu,” kata Irvan.

Bagi peserta jalur bidikmisi Irvan mengatakan bahwa pihaknya tekah mempersiapkan tes massal gratis yang rencananya akan di gelar di kampus-kampus Surabaya. Yakni Unair, ITS, dan UPN.

“Dia harus menunjukkan KIP (Kartu Indonesia Pintar) sebagai bukti dan SKTM (surat keterangan tidak mampu). Nanti bisa ditunjukkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, jika peserta tersebut mengalami kendala transportasi menuju lokasi rapid test massal, maka pihaknya juga akan menyiapkan alternatif. Irvan mengarahkan agar mereka meminta rapid test gratis di puskesmas terdekat.

“Kalau memang dia merasa ke kampus itu kejauhan, alternatif kedua mereka bisa melalui puskesmas terdekat sehingga memperkecil cost di sana,” katanya.

Sementara bagi peserta non-bidikmisi dan peserta yang berasal dari luar daerah Surabaya, mereka diminta untuk melakukan rapid test dengan biaya sendiri.

“Artinya mungkin secara ekonomi mereka mampu, mereka bisa menghubungi laboratorium-laboratorium yang ada di Surabaya,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pusat UTBK Unair, Junaidi Khotib mengatakan pihaknya akan mengikuti arahan Wali Kota Surabaya.

“Pusat UTBK Unair akan mengikuti rekomendasi Wali Kota Surabaya. Pada Butir kedua itu, hasil rapid test non reaktif atau hasil swab PCR negatif. Jadi salah satu saja tidak harus keduanya, minimum rapid test,” kata Junaidi.

Junaidi menjelaskan, ketentuan ini berlaku untuk semua peserta baik dari Surabaya maupun peserta yang berasal dari luar kota.

Jika nanti ditemukan peserta dengan hasil reaktif atau positif Covid-19, maka ujian yang bersangkutan tersebut akan ditunda. Dan diganti, mengikuti ujian di jadwal berikutnya.

UTBK sendiri merupakan tes yang harus dilalui tiap peserta SBMPTN. SBMPTN adalah salah satu dari tiga jalur seleksi masuk PTN. Jalur lainnya bisa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur mandiri.

UTBK bakal tetap digelar secara fisik di tengah pandemi. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan peserta dan pengelola, seperti aturan batas maksimum suhu badan peserta.@budi

Jadwal UTBK-SBMPTN 2020:

1. Pelaksanaan UTBK

– Gelombang 1: 5 – 14 Juli 2020
– Gelombang 2: 20 – 29 Juli 2020
– Gelombang cadangan: 29 Juli – 2 Agustus 2020

2. Pengumuman SBMPTN: 20 Agustus 2020