LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mewajibkan seluruh peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menunjukkan hasil rapid test dan swab COVID-19 sebagai syarat mengikuti ujian, mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPW BM-PAN) Jawa Timur.

Sekretaris DPW BM-PAN Jawa Timur, Ahmad Shulton mengatakan, kebijakan melampirkan hasil rapid test dan swab COVID-19 tersebut dapat membatasi hak masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan. Terlebih bagi masyarakat yang tidak bisa menjangkau biaya rapid maupun swab tes.

“Hal ini jelas sangat memberatkan masyarakat, apalagi tes secara mandiri biayanya sangat mahal. Seharusnya Pemkot peka atas situasi sulit yang saat ini tengah dihadapi masyarakat dengan tidak menambahi beban lagi,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima lensaindonesia.com di Surabaya, Jumat (03/06/2020).

Menurut Sulton, UTBK bersifat insidental saja. Sehingga tidak perlu syarat rapid test dan swab. Shulton pun membandingkan dengan kemudahan akses orang masuk ke pusat perbelanjaan.

“UTBK itu insidental. Kenapa tidak orang yang masuk pasar atau mall yang diwajibkan menunjukkan hasil rapid maupun swab tes? Di pusat-pusat perbelanjaan cuma melaksanakan protokol pencegahan seperti cuci tangah, bermaskes dan cek suhu tubuh. Padahal, setiap jam pengunjung mall keluar masuk, ganti orang dan banyak juga yang dari luar kota. Apa bedanya dengan peserta UTBK,” kritik salah satu jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini.

“Yang paling penting kan, faktor penyebaran COVID-19 bisa dibatasi geraknya, teknisnya bisa macam-macam. Bukan malah membatasi hak orang untuk bisa mengakses peluang mendapatkan pendidikan terbaik,” kritik salah satu jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini.

UTBK sendiri merupakan tes yang harus dilalui tiap peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

SBMPTN adalah salah satu dari tiga jalur seleksi masuk PTN. Jalur lainnya bisa melalui seleksi jalur mandiri.@LI-13