LENSAINDONESIA.COM: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison lsir mengajak Dewan Masjid Indonesia (DMI) ikut dalam memerangi persebaran COVID-19 di Surabaya yang masih tinggi dengan cara menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah.

“Kami ingin DMI Surabaya untuk ikut mengajak warga disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Edison Isir saat bertemu Pengurus DMI Surabaya di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (04/07/2020).

Selama selama 1,5 jam itu, ia berdiskusi tentang peran Masjid dalam ikut memerangi penyebaran COVID-19 di Surabaya yang masih tinggi. “Kami ingin DMI Surabaya untuk ikut mengajak warga disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Dalam pertemuan selama 1,5 jam berdiskusi tentang peran masjid menanggulangi pandemi Coronavirus itu, Kombes Pol Isir didampingi Kasat Intelkam Polrestabes SLBP Wimboko dan Kasat Binmas AKBP Fathoni. Sedangkan Ketua DMI Surabaya Arif Afandi didampingi Nurhasan, M Jamil, Ahmad Sulthon, Romdlon, Hendro, KH Agus Diyar, KH Choiron Syuaib, Hudi Nurwulan dan Iwan Setiono.

Gayung bersambut. Ajakan Kapolresta Surabaya yang baru menjabat 2 bulan 2 hari ini langsung disambut baik Pengurus DMI Surabaya. Apalagi, DMI Surabaya juga sudah peduli COVID-19 dengan menyemprot disinfiktan masjid dan membagi sembako untuk para terdampak.

Arif yang juga mantan Wakil Walikota Surabaya (2005-2010) ini mengajak Polrestabes Surabaya menginisiasi Masjid Tangguh di Surabaya. Melalui program ini, diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona di tingkat komunitas.

“Nanti kita mulai dengan percontohan beberapa masjid. Tidak hanya menjadi tempat edukasi protokol COVID-19, tapi juga menjadi menjadi pusat jaring pengaman sosial,” kata Arif.

Merespon gagasan DMI Surabaya ini, Kombes Isir langsung gerak cepat. Malah, dalam pertemuan itu langsung dirancang kapan gerakan Masjid Tangguh Surabaya dimulai. “Kita langsung bikin group whatsapp untuk memudahkan koordinasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Masjid Tangguh bisa memperkuat program Kampung Tangguh yang sudah berjalan. Yakni dengan menjalankan program wani ngandani (berani mengingatkan), wani sehat, wani aman dan wani sejahtera.
Menurut Arif, perkembangan COVID-19 di Surabaya masih mengkhawatirkan. Karena itu perlu kerjasama semua pihak untuk bersama-sama melandaikan kurva kasus positif pandemi COVID ini.

“Tentu kita tidak mungkin lagi melakukan PSBB berskala kota. Sebaiknya kita lebih menerapkan disiplin protokol COVID di tingkat komunitas seperti jamaah masjid,” tambahnya.

Kombes Isir menambahkan, pihaknya juga melakukan langkah-langkah pendisiplinan warga. Misalnya dengan memperhatikan wilayah-wilayah perbatasan. Selain itu juga menggandeng semua stakeholder untuk bersama-sama menangani pandemi ini.@LI-13