LENSAINDONESIA.COM: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar acara besar hari kemerdekaan AS di Gedung Putih meski kasus virus COVID-19 melonjak di negerinya.

Peringatan Hari Kemerdekaan AS di Gedung Putih pada Sabtu malam (03/07/2020) waktu setempat itu, meliputi acara akrobatik pesawat jet tempur, kembang api, dan pidato Trump.
Ratusan tamu diundang dalam acara, termasuk jajaran staf medis yang selama ini berjuang menghadapi pandemi COVID-19.

Dilansir dari BBC, Minggu 5 Juli 2020, ribuan pendukung Trump juga turut merayakan acara dengan berkumpul di luar Gedung Putih.

Massa tetap berkumpul meski Wali Kota Washington DC Muriel Bowser menyoroti risiko kesehatan atas kegiatan semacam itu.

Sebelum acara di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa AS sedang dalam perjalanan menuju “kemenangan besar” dari “wabah mengerikan asal Tiongkok.”

Pernyataan Trump bertentangan dengan penilaian sejumlah pakar kesehatan di AS, yang khawatir terhadap lonjakan kasus COVID-19 di wilayah barat dan selatan Negeri Paman Sam.

Jumat kemarin, kasus harian COVID-19 di AS kembali mencatat rekor terbaru, yakni 52.300. Satu hari setelahnya, Florida mencatat 11.458 kasus terkonfirmasi COVID-19.

Banyak acara peringatan Hari Kemerdekaan AS dibatalkan atas pertimbangan kesehatan. Sejumlah pantai di Florida dan California ditutup, parade di beberapa kota dibatalkan, begitu juga dengan pesta kembang api.

Angka kasus COVID-19 melonjak di 39 negara bagian, dan lima di antaranya — Alabama, Alaska, Kansas, North Carolina, dan South Carolina — mencatat rekor infeksi harian pada Jumat kemarin.

Menurut data Johns Hopkins University, hampir 130 ribu orang di AS telah meninggal akibat covid-19. Sementara total kasusnya kini telah melampaui 2,8 juta dengan 894 ribu lebih pasien telah dinyatakan sembuh.@LI-13