LENSAINDONESIA.COM: Pelindo 3 bersama Direktorat Jendral Bea Cukai Kementerian Keuangan dan Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sepakat bersinergi dalam penataan ekosistem logistik nasional guna efisiensi biaya logistik untuk perbaikan iklim investasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Hal tersebut tertuang di acara webinar bertema membangun sistem logistik domestik dan internasional antar pelaku bisnis logistik sektor pemerintah dan sektor swasta.

Dalam webinar dijelaskan, salah satu upaya penataan ekosistem logistik nasional diantaranya dengan penerapan Single Submission dan Join Inspection yang kini terlaksana di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). Lalu dalam waktu singkat segera diterapkan juga di Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Tanjung Perak Surabaya.

Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi menyampaikan, program Single Submission dan Join Inspection yang sudah berjalan menjadi lompatan terobosan umtuk menekan waktu dan biaya logistik, kedepannya inovasi ini tak hanya berlaku pada produk impor melainkan juga ekspor.

“Yang sudah jalan di alur impor barang ini akan terus kita kembangkan dan bisa jadi untuk barang ekspor, sebab ini merupakan solusi realistis guna menekan biaya logistik,” tutur Heru, dalam keterangan resminya, Kinggu (05/07/2020).

Bahkan, Direktur Lala Ditjen Hubla juga telah menyiapkan apliksi InaPortnet yang telah digunakan lebih dari 30 pelabuhan di Indonesia.

“Untuk itu, semua aktivitas pergerakan kapal dan barang bisa di pantau secara realtime dan akurat,” ucap Lala.

Dr. Capt. Wisnu Handoko, Msc juga menyatakan, pihaknya sendiri telah mengoperasikan program InaPortnet yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan rencana efisiensi biaya logistik.

“Dengan aplikasi tersebut, pergerakan kapal dan barang bisa di pantau secara real time,” terang Wisnu.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 3 Putut Sri Muljanto mengungkapkan, pihaknya berhasil menerapkan joint inspection di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) danamoi menekan biaya logistik di pelabuhan hingga 38%. Status petikemas flag joint inspection di SSm sudah terbit sebelum bongkar di pelabuhan maka efisiensi biaya logistik di pelabuhan mencapai 49%.

“Kami sudah mengkalkulasi kemungkinan efisiensi tersebut secara cermat dan jika sudah bisa dilakukan di sebagian besar pelabuhan khususnya Pelindo 3, efisiensinya akan cukup besar apalagi kami sudah menerapkan teknologi single platform untuk layanan logistik, jadi kami sangat siap jika akan diterapkan secara menyeluruh di lingkungan Pelindo 3,” jelas Putut.@Rel-Licom