LENSAINDONESIA.COM: Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat setidaknya ada sebanyak 833 pedagang pasar dari sebaran di 24 provinsi dan 72 kota atau kabupaten yang terkonfirmasi terifeksi positif Covid-19.

Dari data sebaran pasar tersebut, DKI Jakarta merupakan daerah yang tingkat terinfeksi positif virus corona paling tinggi (pedagang pasar) dibanding daerah lain. Tercatat, ada 217 kasus positif di 37 pasar hingga hingga Minggu (5/7/2020).

Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat IKAPPI Muhammad Ainun Najib mengungkap, jumlah pedagang pasar yang telah wafat terkonfirmasi positif corona juga bertambah menjadi 35 orang.

Atas hal tersebut, IKAPPI pun meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi pengelolaan pasar bersama dengan para pedagang.

“Ditemukan penambahan kasus positif Covid-19 di pasar tradisional sebanyak 65 kasus baru dengan tambahan tiga orang meninggal,” ujar Ainun dalam keterangan persnya, Minggu (5/7).

Tak hanya itu, pemerintah daerah dan pengelola pasar, kata Ainun, harus berperan aktif mencegah penularan virus corona.
Ainun menegaskan, pemerintah juga perlu memperbanyak tes Covid-19 agar lebih terpetakan dalam pencegahan virus corona, sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang pasar.

“Dari total keseluruhan 14.000 pasar di Indonesia, sudah lebih dari 500 pasar yang telah melaksanakan rapid test atau swab. Namun perlu jumlah tes lebih banyak untuk memangkas mata rantai penyebaran,” terang Ainun.

Sekedar diketahui, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sulit mengendalikan penyebaran virus corona di ibu kota. Apalagi, pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang berisiko menyebarkan virus corona.

Meski demikian, Anies mengklaim, penyebaran virus di 153 pasar tradisional yang berada di Jakarta masih terkendali dengan baik. Hingga saat ini, penyebaran virus di ibu kota terus menunjukkan tren positif.

“Terkadang satu kasus ramai dalam satu hari. Kita harus lihat keseluruhan dan secara umum terkendali. Tapi memang benar, pasar itu paling kompleks pengendaliannya,” ujar Anies di Jakarta, Senin (22/6).@licom