LENSAINDONESIA.COM: PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba bus listrik di rute layanan mengangkut penumpang dimulai, hari ini, Senin (6/7) hingga tiga bulan ke depan.

Kali ini, uji coba bus listrik EV (electric vehicle) 1 dilakukan di rute Balai Kota – Blok M.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, adanya uji coba bus listrik sebagai moda penawaran baru moda transportasi umum. Selama uji coba dilakukan perekaman dari berbagai aspek mulai dari operasional, teknis, dan komersialnya.

“Dari record itu akan kita lihat kelaikan bus listrik ini untuk beroperasi di Jakarta. Cita-citanya untuk menyukseskan program Pemprov DKI, Langit Biru. Jadi, ini bentuk dukungan Transjakarta untuk secara penuh berkomitmen memberikan nilai baru bagi pengguna jasa Transjakarta,” ujar Sardjono di kantor pusat Transjakarta, Senin (6/7).

Diketahui sebelumnya, Transjakarta telah melakukan pra uji coba bus listrik pada 2019 lalu. Pada masa pra uji coba, bus listrik hanya dioperasikan dengan mengangkut galon air dan masyarakat di tempat-tempat wisata, tercatat ada 13 ribu masyarakat yang sudah menjajal bus listrik pada masa pra uji coba.

Uji coba dalam 3 bulan ke depan, kata Sardjono, akan ada dua bus listrik EV1 yang akan diujicobakan secara gratis ke masyarakat, yakni rute Balai Kota-Blok M.

Pada layanan EV1, akan dioperasikan dua unit armada BYD, Bus merek pabrikan Cina. PT Bakrie Autoparts sebagai agen BYD di Indonesia membawa dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6 pada uji coba ini.

Pasalnya, kedua bus BYD diyakini memiliki daya baterai yang tahan lama dengan jarak tempuh diperkirakan mencapai 250 km sebelum baterainya harus diisi ulang, dengan durasi pengecasan kurang dari 4 jam setiap harinya.

“Jadi mudah-mudahan nanti setelah tiga bulan kita lihat hasilnya seperti apa. Kalau memang bus ini layak, akan kita perbanyak dan akan kita promosikan kepada semua operator,” terangnya.

Selain itu, Transjakarta akan berkomitmen jika ada operator-operator yang ingin mengoperasikan bus listrik, maka akan ada prioritas kepada mereka. Untuk kapasitas pelanggan, Transjakarta saat ini tetap mengacu pada protokol Covid-19, di mana untuk bus single low entry memiliki kapasitas 25 orang baik untuk seat (duduk) maupun berdiri.

Untuk bus jenis medium, berkapasitas sebanyak 11 orang dan tidak ada yang berdiri. Ke depan, Transjakarta mencanangkan akan ada 100 bus listrik baru yang akan diujicoba hingga akhir tahun.@licom