LENSAINDONESIA.COM: Empat mahasiswa Teknik Geomatika Universitas Dr Soetomo (Unitomo) menggelar pengukuran koordinat dan pemasangan pilar batas desa di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu Malang.

Pengukuran tersebut merupakan praktik lapangan dan pengabdian masyarakat desa tersebut agar para mahasiswa tersebut siap bekerja maksimal di lapangan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pengalaman kerja lapangan dan mempraktekkan ketrampilan mereka menggunakan alat. Apalagi mereka juga harus belajar berinteraksi dengan masyarakat desa sebab nantinya pasti mereka terjun di lapangan”, ujar Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo, ST, MT, saat dikonfirmasi, Selasa (06/07/2020).

Ia menambahkan, praktik dan pengabdian masyarakat ini merupakan permintaan Kepala Desa Torongrejo, Sugeng Santoso Widjoyo agar batas desanya diukur dan selanjutnya dilakukan pemasangan pilar batas desa sebagai pembatas untuk penegasan batas desa sesuai Permendagri nomor 45 tahun 2016 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

“Adapun jumlah pilar yang dipasang mencapai 14 pilar untuk 3 lokasi batas desa Torongrejo berdampingan dengan batas desa Pendem, desa Beji dan desa Mojorejo Kecamatan Junrejo . Agar maksimal dan cepat, kami membawa 3 alat ukur Receiver GNSS tipe Geodetik Merk South. Langkah tersebut agar pemasangan pilarnya dibantu masyarakat desa sekitar”, tandas Yunus.

Pengadaan dan pemasangan pilar batas menggunakan dana desa Tahun Anggaran 2020. Sedangkan untuk pelaksanaannya secara swadaya oleh Desa Torongrejo. Smeentara itu, Tim Teknik Geomatika Unitomo hanya membantu pengukuran koordinat pilar batas.

“Penegasan batas desa ini seluruhnya diawasi oleh Tim Teknik Geomatika Unitomo. Mahasiswa akan belajar membuat peta kerja, melacak batas dan merencanakan lokasi pemasangan pilar batas desa yang melibatkan masyarakat tetangga Desa Torongrejo”, papar Yunus.

Melalui Yunus, Kepala Desa Torongrejo, Sugeng Santoso Widjoyo, berpesan dengan adanya pengukuran ini akan ditemukan posisi detil pilar batas desa.

“Nantinya, melalui pengukuran dan penegasan batas desa tersebut, maka desa bisa lebih tertib administrasi pertanahannya dan perselisihan dengan desa lain kudah diminimalisir,” pungkas Yunus.@Rel-Licom