LENSAINDONESIA.COM: Tiga kampus yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 tidak mempermasalahkan kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menetapkan Surat Hasil Tes Rapid ataupun Swab COVID-19 sebagai syarat ujian.

Tiga kampus tersebut adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Teknologi Sepuluh November (ITS), serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur.

Saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Kota Surabaya pada Jumat 3 Juli lalu, rektor tiga kampus tersebut juga menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut.

“Semua (tiga rektor) setuju, karena engan adanya rapid ini kita semua tahu semua peserta sehat sehingga tidak ada pandemi (klaster,red) baru di kampus manapun baik di UPN, ITS, maupun di Unair,” ujar Rudijanto, Kasubag Humas UPN “Veteran” Jawa Timur Senin (06/07/2020).

Rudi mengharapkan para peserta agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan karena menurutnya ini adalah demi kebaikan bersama. Dia juga menambahkan bahwa suatu kebijakan harus dilihat dari segi positifnya meskipun dia juga menganggap ini suatu yang mendadak namun suatu yang tujuannya baik harus dijalankan.

“Kalau kita lihat dari sisi positifnya anjuran dari wali kota, kita akan aman, sehat, kita juga nyaman mengikuti UTBK,” ungkapnya.

Hasil Rapid ataupun Swab sendiri ditunjukkan saat berada di Pintu Masuk. Di UPN sendiri selain menunjukkan hasil Rapid atau Swab di pintu masuk peserta akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki lingkungan kampus. “Di pintu masuk motor atau mobil peserta harus menunjukkan hasil rapid kemudian akan diukur suhu tubuhnya,” kata Rudi.

Bagi yang hasil Rapid Reaktif maka harus melakukan swab kembali. Apabila hasil swab positif peserta tersebut harus melaporkan hasilnya ke kampus tempat UTBK dilaksanakan untuk dilakukan penjadwalan ulang tes UTBK dari Peserta tersebut. Sedangkan bagi yang Swabnya positif harus melakukan isolasi dan tidak bisa mengikuti tes UTBK.

“Bagi yang reaktif harus di-swab dulu, kalo hasilnya negatif harus segera menghubungi kampus untuk dijadwalkan ulang,” jelasnya. “Tapi kalo positif harus isolasi tidak boleh ikut tes,” lanjutnya.@budi