LENSAINDONESIA.COM: Di tengah keprihatinan masa pandemi Covid-19, Kota Bekasi bekomitmen menjadi wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Tekad itu dicanangkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat kembali menjadi pembina apel pada Senin pagi lalu, memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sebelumnya, apel seperti itu atau kegiatan lain di lapangan ditiadakan terkait ketatnya protokol kesehatan selama masih diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Peserta apel kali pertama itu pun hanya diisi Pejabat Esselon II, III dan IV khusus untuk Lurah.

Apel bersejarah memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemic Covid-19 itu, ikut hadir Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J Putro, Sekretaris Daerah Reny Hendrawaty, dan para Tim TWUP4 Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmay Effendi membubuhkan tandatangan dukungan terkait komitmen Kota Bekasi jadi Wilayah Bebas Korupsi. @foto:sofie

Terkait komitmen jadi wilayah bebas korupsi, Wali Kota melakukan penandatanganan dukungan penuh kepada RSUD dr Chasbullah Abdul Majid dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi.

“Sudah tertinggal dari Polres Metro Bekasi dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Kini, kita dukung untuk RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid dan DPMPTSP dalam langkah positif untuk WBK dan WBBM,” kata Wali Kota Rahmat Effendi.

Di depan para pejabat esselon Kota Bekasi, Wali Kota berterima kasih bahwa kinerja para aparatur dalam mengelola keuangan daerah mampu peraihan ke 5 Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Ada sebuah perubahan dan kemajuan dari rekan-rekan yang bekerja dalam peraihan penghargaan tersebut. Untuk Inspektorat Kota Bekasi agar ke depan menerapkan sistem kerja dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK) yang membuat review 3 bulan anggaran berjalan,” ujar Rahmat Effendi.

“Juga menggunakan metode dari BPK untuk mengawasi jumlah anggaran,” imbuhnya.

Wali Kota juga mengapresiasi petugas Dinas Perhubungan, Satpol PP dan para apartur yang terjun langsung dalam pengawasan pada saat Car Free Day (CFD) kembali dibuka, hari Minggu awal Juli 2020. Hampir setiap warga yang hadir menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan. Penyediaan alat kesehatan juga dimaksimalkan dinas terkait.

Wali Kota memastikan dalam dua minggu kedepan, penyelenggaraan CFD akan tetap terlaksana. Dinas Kesehatan juga akan melakukan rapid tes secara acak untuk evaluasi.

“Kita harus saling sinegritas dalam perangkat daerah satu sama lain. Juga kepada lembaga vertikal maupun lintas horizontal. Diingatkan kembali kepada ITKO untuk mengcopy kinerja dari BPK dalam setiap 3 bulan anggarab berjalan. Agar bisa kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Rahmat. @sofie