LENSAINDONESIA.COM: Tepat pada hari Selasa tanggal 07 Juli 2020, merupakan hari bersejarah bagi pustakawan. Tanggal tersebut Pustakawan Indonesia merayakan hari jadinya yang ke 47 tahun.

Berawal dari didirikannya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada tanggal 7 Juli 1973 dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor 5-7 Juli 1973, lahirlah keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia yang meresmikan bahwa tanggal 07 Juli 1990 merupakan Hari Pustakawan Nasional.

Jadi, hari peringatan terbentuknya IPI dan Pustakawan berada di tanggal yang sama dengan tahun yang berbeda. Sebagaimana amanat Undang Undang Nomor. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, menuntut peran pustakawan untuk terus mengembangkan diri. Terutama di era pandemi saat ini, peran perpustakaan masih jauh dalam menyajikan informasi atau data.

Ketua Umum PP IPI, T. Syamsul Bahri mengatakan, ada tiga prinsip layanan perpustakaan di masa pandemi, yakni pertama bagaimana membuat perpustakaan semakin dicari. Kedua, mengubah situasi pandemi menjadi benefit dan profit.

“Dan ketiga, bagaimana menjadikan peran pustakawan semakin bersemi di masa pandemi,” ujar Syamsul.

Dalam rangka memperingati hari jadi pustakawan yang ke 47, untuk mewudujkan hal tersebut di atas, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat megadakan bakti sosial berupa donasi buku yang diberikan ke lokasi.

Direncanakan 2 Lokasi yaitu KOLECER (Kotak Literasi Cerdas) yang merupakan bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, di Masjid Agung Alun-alun Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dan Desa Ciparay Kabupaten Bandung. Kedua lokasi ini dipilih karena masih eksis menjalankan layanan perpustakaan di masa pandemi.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Agung Alun-alun Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Dengan donasi buku ini diharapkan dapat menambah minat baca masyarakat, diharapkan untuk diaplikasikan hingga dapat menghasilkan benefit dan profit yang tujuan akhirnya adalah mensejahterakan masyarakat.

Kolaborasi peran pustakawan dan perpustakaan sangat dibutuhkan dalam mendukung terwujudnya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui ketersediaan koleksi, kemudahan akses bahan perpustakaan dan kesempatan memperoleh informasi bermutu yang dibantu oleh dukungan tenaga yang berkompeten dalam mengolah informasi.@Caca