LENSAINDONESIA.COM: Cari fakta: Beredar video viral di Facebook oleh akun Rhee Narh yang memprovokasi agar masyarakat menarik uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) di media sosial (medsos).

“Ayo rame2 ke ATM dan Bank… Buat 9 Naga menjadi 9 Cacing” ungkapan ini yang menyita perhatian warganet.

Video durasi 1 menit tersebut mengajak publik agar menarik uang yang disimpan di bank milik asing dan pemerintah. Tujuan ajakan tersebut disandarkan pada rumor kondisi perbankan saat sudah tidak aman.

Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap informasi hoaks di medsos atas ajakan menarik uang di bank.

OJK mengimbau, informasi ajakan menarik semua uang dari perbankan itu ada sebelum situasi sulit dan uang tidak bisa diambil adalah informasi hoaks dan tidak benar.

Bahkan, dari catatan OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen atau di atas ketentuan, sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid atau Dana Pihak Ketiga (DPK) terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Untuk itu, OJK melaporkan informasi hoaks ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) agar ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebab telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo waktu lalu.

Pada Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Masyarakat diimbau agar senantiasa memastikan informasi keuangan yang diterima merupakan informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157,” tuturnya.

Dan dipastikan, informasi ajakan menarik uang di anjungan tunai mandiri (ATM) itu Tidak Benar alias Hoaks.@Eld,Mp-Licom