LENSAINDONESIA.COM: Penyedia jasa internet First Media menyatakan ada kenaikan jumlah pelanggan hingga 40 persen dari Jawa Timur di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal ini disebabkan kebutuhan akses internet semakin tinggi lantaran maraknya tren Work From Home (WFH) hingga hampir semua aktivitas dilakukan secara daring.

CEO dan COO PT Link Net Tbk, Victor Indajang mengatakan, pasar Jatim menjadi perhatian khusus. Sebab mampu menyumbang pertumbuhan yang cukul signifikan selain coaverge yang sudah merata.

“Per hari ini First Media sudah memiliki 500 home passed di Jawa Timur dari 2,5 juta home passed secara nasional. Bahkan dari total nasional, Jatim telah berkontribusi sebesar 12 hingga 15 persen dari total resedensial dengan kadar Average Per User (ARPU) Rp 370.000 perbulannya,” papar Victor saat dihubungi via daring, Rabu (08/07/2020).

Ia menambahkan, untuk jangkauan atau coverage pelanggan, di Jawa Timur sudah tersebar di semua kota besar terutama kota yang banyak berdiri institusi pendidikan dan perkantoran.

“Untuk jangkauan di Jawa Timur, First Media sudah hadir di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Gresik, Jember, Sidoarjo dan akan menyusul Kediri dan Madiun,” tandas Victor.

Sementara itu, Deputy Chief Marketing Officer (CMO) PT Link Net Tbk Santiwati Basuki menegaskan, secara nasional trafik penggunaan internet di First Media mengalami lonjakan karena kebutuhan entertainment, belajar, ibadah, dan bekerja dari rumah saat masa pandemi ini.

“Aktifitas di rumah menyebabkan lonjakan trafik intrnet. Dilihat dari periode 31 Mei pelanggan kaminyang mengakses internet naik 47 persen. Bahkan, dari penelusuran kami, aplikasi yang paling suka digunakan, diantaranya Netflix melonjak 140 persen, Youtube dan Google naik 33 persen,” terang Santiwati.

Berbeda dengan yang disampaikan Enterprise Sales Director Link Net Agung Satya Wiguna bahwasanya First Media Business justru memangkas target pendapatan. Bagaimana tidak? Segmen B2B yang semula ditargetkan tumbuh 30 persen, kini dipangkas menjadi 15 persen hingga akhir tahun ini karena banyaknya permintaan stop layanan.

“Halnya segmen hospitality yang menyumbang sekitar 20 persen dari total pendapatan segmen B2B First Media, termasuk 10 persen di antaranya perhotelan, justru paling terdampak. Hotel-hotel banyak yang minta internetnya dimatikan hingga akhir tahun ini. Bahkan, juga tidak sedikit yang minta stop berlangganan, untuk itu pemangkasan target pendapatan kami putuskan,” pungkasnya.

Demi mempertahankan dan menjaga pertumbuhan target tahun ini, First Media tetap harus mencari peluang baru di saat masa kenormalan baru ini atau new normal.@Eld-Licom