LENSAINDONESIA.COM: Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KOMBATAN (Komunitas Banteng Asli Nusantara) sangat mendukung langkah Presiden Jokowi apabila harus melakukan Reshuffle Kabinet. Ini demi menyalamatkan Negara menghadapi multi krisis gobal dampak pandemi Covid-19.

“Kami menganggap langkah Reshuffle Kabinet-lah yang sangat tepat saat ini untuk percepatan penanganan pandemi tersebut dalam memasuki fase New Normal,” ujar Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan, SH, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Budi Mulyawan yang akrab dipanggil Cepi, mempertegas Kombatan berpandangan langkah Reshuffle Kabinet akan dapat mengembalikan soliditas para pembantu presiden terkait percepatan menghadapi wabah Covid- 19, termasuk memasuki fase ‘Normal Baru’.

“Para pembatu di kabinet harus dapat segera mewujudkan Visi dan Misi yang dicanangkan Presiden Jokowi,” tegas Cepi, salah satu pelaku sejarah tragedi penyerbuan kantor PDI (sebelum jadi PDI Perjuangan) oleh Orde Baru pada 27 Juli 1996 yang dikenal dengan sebutan “Kudatuli”. .

DPN Kombatan juga memberi masukan bahwa langkah reshuffle saja tidak cukup. Kebijakan politik sangat strategis itu harus dibarengi dengan mereformasi birokrasi (para birokrat). Terutama, mereformasi mereka yang menduduki jabatan eselon 1, eselon 2 dan eselon 3. Karena di tangan merekalah efektivitas dan kinerja birokrasi ditentukan.

“DPN KOMBATAN memandang sangat mendesak untuk dilakukan reformasi birokrasi di seluruh Kementerian dan lembaga Negara,” kata Cepi. Pasalnya, tidak sedikit pejabat level eselon 1, 2 dan 3 abai visi dan misi Presiden.

Kombatan, lanjut Cepi, selama ini mencermati secara kritis adanya mayoritas Aparat Sipil Negara (ASN), khususnya eselon 1,
2 dan 3 yang tidak senafas dengan visi misi Presiden Jokowi.

“Bagaimana mungkin? ASN (khusus eselon 1, 2 dan 3) sebagai ‘mesin utama birokrasi” bisa mewujudkan Visi dan Misi Presiden, bila langkah dan kinerja ‘tidak senafas’ dengan Presiden,” kritik Cepi, keras.

Pertimbangan itu, lanjut Cepi, langkah Reformasi Birokrasi harus segera dilakukan. Sehingga, progress percepatan penanganan pandemi Covid 19 secara nasional maupun dampak yang ditimbulkan dapat diwujudkan sesuai yang ditargetkan.

“Segala kebijakan/ regulasi dan seluruh program pemerintah pusat dapat diimplementasikan dengan baik dan benar. Sehingga, Visi dan Misi Presiden Jokowi yang sudah dicanangkan, dapat segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga bangsa,” tegas Ketum Ormas Kombatan yang ketua dewan pembinanya, mantan ajudan Proklamator Ir Sokarno, Sidarto Danusubroto yang juga anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) Jokowi.

Diketahui, penderita Covid-19 saat ini masih mengalami lonjakan cukup mengkawatirkan. Presiden melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Cavid 19 tak henti-hentinya minta para pembantunya di cabinet sigap mengatasi pandemi itu, termasuk dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Dalam rapat Kabinet yang baru lalu, Presiden menampakkan kekecewaan terhadap para pembantunya di kabinet yang dianggap bekerja biasa-biasa saja. Presiden mengancam keras jika tetap minim terobosan inovasi menyikapi dampak krisis multi yang ditimbulkan pandemi Covid-19. @jrk