LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 1.200 lebih personel TNI di Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD) Kota Cimahi, Jawa Barat dinyatakan terinfeksi virus Corona.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebutkan, jumlah pasien positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) sebanyak 1.280 orang.

“Jumlah pasien yang positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat total 1.280,” kata Andika saat menggelar konferensi pers di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Bandung, Sabtu (11/07/2020).

ia menjelaskan dari total pasien terkonfirmasi positif itu, sebanyak 991 merupakan perwira siswa, sedangkan sisanya 289 adalah staf atau anggota dari Secapa AD beserta keluarganya.”Terhitung ada enam anggota keluarga di antara 289,” kata Andika.

Pada kesempatan itu, KSAD mendapati para siswa dan staf Secapa AD yang dinyatakan positif COVID-19 dalam kondisi baik.

Kunjungan KSAD ke Secapa AD yang menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di Jawa Barat itu dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Dalam tayangan akun Youtube TNI AD, Andika tampak berdiri di atas lapangan. Sedangkan para siswa yang dinyatakan positif Corona berjarak cukup jauh di sebuah lapangan.

Usai mengunjungi Secapa AD, Andika juga dijadwalkan menyambangi Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Kota Cimahi.”Dari sini (Makodam III/Siliwangi), saya akan menuju Pusdikpom untuk melihat 101 prajurit kami yang juga positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 25 staf dan anggota dari Pusdikpom dan 76 siswa (positif corona),” ia mengatakan.

Saat ini, kata Andika, pihaknya sedang mengevaluasi terkait penularan virus corona di dua lembaga pendidikan tersebut. Dia tak bisa secara pasti menyebut apa yang menjadi penyebab awal penularan virus di kedua lembaga tersebut.

“Ini pelajaran bagi kami, kami sudah lakukan evaluasi, mempersering penyemprotan disinfektan. Itu salah satu cara kita, walaupun kita tidak bisa menjamin,” tegasnya.

Saat ini, kata KSAD, proses pendidikan di Secapa AD sudah memasuki tahapan akhir kurikulum. Di dalam jadwal, seharusnya saat ini adalah pekan terakhir mereka mengenyam
pendidikan di Secapa AD.

“Jadi ini adalah pekan-pekan terakhir sebelum ditutup pendidikannya, yang rencananya akhir bulan ini,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo mengapreasi TNI yang sudah secara terbuka memberikan informasi adanya kasus positif COVID-19 di Secapa AD ini.

“Gugus Tugas memberikan apresiasi kepada Pimpinan TNI, kepada Pimpinan TNI AD dan juga komandan Secapa yang secara terbuka telah menyampaikan informasi ini kepada publik,” ujar Doni yang juga Kepala Gugus Tugas COVID-19 di Kantor Kementeriaan Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat.@LI-13